Sulit Tidur, Romy Batal Diperiksa

98
Romahurmuziy tersangka kasus jual beli jabatan di Kemenag. (FIN)

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan perdana kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI. Agenda pemeriksaan rencananya menghadirkan ketiga tersangka.

Namun, tersangka mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy batal diperiksa. Alasannya, politisi yang karib disapa Romy itu mengeluhkan kurang sehat. Pemeriksaan pun dijadwalkan kembali digelar Jumat (22/3).

“Tadi RMY (Romy) mengeluh sakit saat akan dibawa ke luar rutan untuk proses pemeriksaan. Dokter telah melakukan pengecekan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Kamis (21/3).

Febri menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, sejumlah indikator kesehatan Romy masih dalam batas yang wajar. Dokter tidak menemukan adanya indikasi penyakit yang menjangkit tubuh Romy.

Akan tetapi, Romy mengeluh kesulitan tidur dalam beberapa hari belakangan. Maka dari itu, tim dokter kemudian memberikan pengobatan. “Semoga besok pagi kondisi yang bersangkutan sudah membaik sehingga pemeriksaan dapat dilakukan,” ucapnya.

Sedangkan, pemeriksaan terhadap dua tersangka lain, yakni Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi tetap digelar. Pemeriksaan diagendakan berupa pengambilan contoh suara demi kepentingan penyidikan.

Sementara itu, dikatakan Febri, secara terpisah pemeriksaan digelar di Mapolda Jawa Timur, Surabaya. Pemeriksaan digelar terhadap 12 saksi guna mendalami proses seleksi pengisian jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun anggaran 2018-2019.

Selain Romy, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Yaitu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Penetapan ketiga tersangka itu berdasarkan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Tim Satgas Penindakan KPK di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (15/3) pagi. Dalam OTT itu, KPK berhasil mengamankan total enam orang dan barang bukti berupa uang senilai Rp156.758.000.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan, Romy diduga menerima uang sebesar Rp250 juta dari Haris Hasanuddin dan Rp50 juta dari Muhammad Muafaq Wirahadi. Uang tersebut diduga diserahkan untuk pengurusan proses seleksi keduanya dalam seleksi jabatan di Kemenag.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, Romi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi, Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. Sedangkan Muhammad Muafaq Wirahadi yang juga berstatus sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here