Sukses Habisi Pejabat, Hidup Keluarga Pembunuh Bakal Dijamin

169
Polisi memblokade pengunjukrasa di depan kantor Bawaslu pada 21 Mei lalu. (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA– Selain menerima upah jika sukses menghabisi empat penjabat negara dan seorang pimpinan lembaga survei, hidup keluarga pembunuh bayaran akan ditanggung si pemberi perintah.

Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap enam pembunuh bayaran yang ditangkap saat aksi kerusuhan 21-22 Mei. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi juga mengetahui leader atau pemimpin operasi.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, tersangka HK adalah leader para perusuh aksi 21-22 Mei lalu. Dia yang merupakan pemilik uang Rp150 juta untuk membeli senjata guna aksi pembunuhan yang sudah direncanakan.

“(Uang) Rp 150 juta itu buat beli senjata. Baru Rp 50 juta dapat senjata, sisanya untuk beli senpi laras panjang. Kalau laras pendek kan ada empat. Jadi, uang ratusan juta rupiah itu bukan honor untuk HK,” kata Dedi Kemenkopolhukam, Selasa (28/5).

Dedi menegaskan, terkait soal honornya atau upah itu sendiri diakuinya akan diberikan lagi pasca-rusuh. Sesuai yang dijanjikan pihak yang memerintah, uang diberikan usai HK berhasil lakukan aksinya, salah satunya membunuh 4 pejabat negara.

“Ada honor untuk aksi dikasih lagi, dan ada janji juga pokoknya kalau kamu berhasil mengeksekusi satu di antara empat nama (pejabat negara). Tapi, satu dulu yang harus dieksekusi dulu, yang lembaga survei itu loh. Kalau misalnya kamu dapat itu, hajar dulu yang lembaga survei, nanti baru dikasih uang dan seluruh keluarganya ditanggung,” terang Dedi mengulangi perintah yang diterima HK.

Adapun soal nominal upah yang diterima HK jika berhasil mengeksekusi target, Dedi mengakui belum mengetahui. Termasuk soal siapa aktor itelektualnya.

“Enam kan ada leader-nya, di situ kan ada aktor intelektual yang mendesain semua itu. Di atas ada pendana juga yang kasih uang Rp 150 juta tapi dalam bentuk dolar Singapura, kasih ke aktor intelektual, kasih kan ke ini nih (ke para tersangka),” jelasnya.

Seperti diketahui, Polri telah merilis enam tersangka terkait kepemilikan senpi ilegal, termasuk ada yang terlibat rencana pembunuhan tokoh nasional berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan dalang yang memerintahkan untuk membunuh 4 pejabat negara sudah diketahui identitasnya. Namun Wiranto meminta untuk menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

“Sudah, sudah, dalangnya sudah diketahui. Ya nggak bisa (diungkapkan dari mana aktornya), nanti tunggu kepolisian saja. Tunggu, tunggu. Tunggu saja, nanti kan ada pemeriksaan,” ujar Wiranto kepada awak media. (Mhf/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here