Stok Pangan Dipastikan Aman

182
Pada Ramadan dan jelang Iduul Fitri, stok komoditas pangan dalam kondisi aman. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Jelang hari raya Idul Fitri DPR RI mulai menyoroti soal ketersediaan dan stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.

Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasludin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementan di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5) kemarin, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyoroti ketersediaan sejumlah stok pangan di masyarakat.

Dirinya pun mengaku sangat setuju dengan langkah pemerintah untuk melakukan swasembada pangan khususnya seperti bawang. Dengan catatan tidak melakukan asal impor oleh kementerian lain yang membuat perekonomian menjadi lesu.

“Masalahnya hanya satu, yaitu izin impor asal-asalan yang dilakukan Kementerian lain,” katanya.

Senada dengan Andi Akmal Pasludin, anggota Komisi IV DPR lainya, Ono Surono meyakini bahan pokok menjelang lebaran mendatang dapat memenuhi permintaan pasar. Tugas ini, kata dia, seharusnya bisa dipikul bersama kementerian dan lembaga lain.


“Harga dan kebutuhan memang harus dijaga bersama. Tapi kedepan, saya berharap pola yang sekarang dilakukan, bahwa setiap izin rekomendasi impor bawang putih diwajibkan menanam, maka harus benar-benar direalisasikan. Sebab ini yang akan mendorong stimulan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi memastikan seluruh kebutuhan pangan jelang perayaan idul Fitri aman terkendali.

Kepastian ini disampaikan Agung setelah melihat melalui persediaan stok yang melebihi kebutuhan hingga saat ini.

“Memang ada beberapa komoditas yang kita impor, utamanya bawang putih. Tapi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Agung Hendriadi.

Kecukupan persediaan ini antara lain mencakup ketersediaan cabai besar yang mencapai 110,707 untuk bulan April, 113,032 untuk bulan Mei dan 115,357 untuk kebutuhan bulan Juni. Kemudian juga sudah menyediakan kebutuhan cabai rawit dan bawang merah yang mencapai rata-rata 130 ton per bulan. Selanjutnya juga menggelar operasi pasar untuk kebutuhan bawang putih dalam rangka menjaga stabilitas harga dan kecukupan masyarakat.

Soal lain yang juga menjadi urusan penting dalam rapat dengar pendapat ini adalah menyangkut ketersediaan beras. Kementan mapun Bulog menjamin persediaan yang ada serta memastikan stabilitas harga sampai lebaran mendatang.

“Kami sudah cek bahwa perkembangan harga di tingkat nasional baik yang premium maupun medium saat ini dalam posisi stabil atau dengan kata lain tidak ada kenaikan. Begitupun dengan yang lain, seperti daging ayam dan sapi. Bahkan untuk daging ayam sudah mengalami penurunan,” pungkasnya. (frs/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here