Stikes Karsa Husada Garut Kenalkan Program Studi

224
Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman meresmikan pengenalan program studi kepada mahasiswa baru Stikes Karsa Husada Garut, Selasa (27/8). (Istimewa)

Alumni Banyak Diserap Dunia Kerja

RadarPriangan.com, GARUT – Stikes Karsa Husada Garut melaksanakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka pengenalan program studi (PPS) kepada Mahasiswa baru, tahun akademik 2019/2020, Selasa (27/08).

Ketua Stikes Karsa Husada Garut, H Engkus Kusnadi, Skep Mkes menjelaskan, dengan kegiatan ini tujuannya adalah untuk merubah budaya belajar mahasiswa. Karena ketika belajar di pendidikan menengah lebih banyak bimbingan, maka di perguruan tinggi nanti harus banyak mandiri.

” Yang kedua, memang mengenalkan kampus, karena istilahnya kan tak kenal makanya tak sayang. Jadi harus mengenalkan kampus itu, baik dari sisi fasilitas yang ada, ruangan raboratorium, perpustakaan, begitu juga dengan dosen-dosennya. sehingga pada saat nanti memasuki kegiatan proses pembelajaran sudah tidak binggung lagi,” katanya.

Pada tahun akademik ini, Stikes Karsa Husada Garut memiliki enam program studi untuk mahasiswa reguler. Di antaranya, D3 Keperawatan sebanyak 134 orang, S1 Keperawatan 90 orang, D3 Kebidanan 87 orang, Analis Kesehatan 78 orang dan Farmasi 76 orang. “Jadi total keseluruhan yang mengikuti sekarang adalah 465 orang,” imbuhnya.

Sementara untuk non reguler dan Profesi Ners, di antaranya untuk non reguler S1 Keperawatan sebanyak 31 orang dan Profesi Ners 80 orang. Dan untuk ospeknya akan dilaksanakan pada Sabtu mendatang. “Mereka sebenarnya non reguler ini sudah pernah ospek hanya mengenalkan tentang kurikulum yang akan ditempuh saja,” katanya.

Mayoritas dari mahasiswa baru ini 80 persen masih berasal dari Kabupaten Garut, sementara 20 persen sisanya tercatat dari Bandung, Tasik, Sumedang dan Kota Bandung. Pada tahun-tahun sebelumnya bahkan ada yang berasal dari Palembang dan Kalimantan.

“Harapannya tadi kalau sekarang dengan masuknya 465 orang bisa masuk, kita berharap untuk bisa mengikuti proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan disiplin, dengan motivasi yang tinggi sehingga kita berharap nanti juga lulus dengan 465 orang. jadi masuknya sama keluarnya juga nanti sama,” katanya.

Ditanya tentang serapan dunia kerja, H Engkus Kusnadi menyampaikan kabar gembira bahwa hampir 90 persen lulusan Stikes Karsa Husada Garut sudah diserap dunia kerja.

” Alhamdulillah daya serap kita hampir 90 persen lah dalam waktu kurang dari satu tahun. Dan sebagaimana tadi dikatakan, bahwa kalau kita melihat rumah sakit, klinik, puskesmas swasta atau pemerintah di Kabupaten Garut itu tadi dominasinya Karsa Husada. Kalau misalnya ke rumah sakit apa, pasti di situ Karsa Husada ada,” katanya.

Kabar baiknya lagi, Pemerintah Kabupaten Garut akan membuka peluang kerja dengan rencana akan membangun rumah sakit di Kecamatan Bungbulang dan Malangbong juga rumah sakit swasta. Ini artinya akan membuka lapangan pekerjaan baru untuk tenaga kesehatan, termasuk salah satunya lulusan Stikes Karsa Husada Garut.

Selain itu, yang membanggakan lagi, lulusan Stikes Karsa Husada Garut juga ada yang sudah bekerja di luar negeri, yaitu di Jepang dan Saudi Arabia. Karena Stikes Karsa Husada Garut saat ini bekerjasama dengan tiga lembaga pelatihan untuk pengiriman tenaga kerja kesehatan.

“Kita sekarang sedang ada 13 orang mahasiswa dalam masa pendidikan yang dilaksanakan di sini. Nah itu nanti beresnya bulan Desember, kalau lulus di sini langsung berangkat ke Jepang,” katanya.

Sementara yang sudah bekerja di Jepang saat ini dari lulusan Stikes Karsa Husada Garut sebanyak 12 orang. ” Dan di kurikulum juga ditunjang bahasa Jepang dan Arab, kita mengarahkan supaya pada saat lulus mereka siap,” katanya.

Dalam acara kemarin, Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman juga hadir. Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati mengingatkan bahwa kuliah itu ujungnya harus memiliki integritas dalam makna luas. Yaitu kejujuran, akhlakul karimah, kedisiplinan dan sebagainya.

“Kedua adalah harus memiliki skill, keterampilan yang mumpuni. Itu yang ingin saya arahkan dan mampu bersaing bukan hanya di Garut, tapi di Indonesia. Karena Indonesia Timur masih banyak membutuhkan dan bersaing dengan negara-negara yang lain. Karena di luar itu banyak membutuhkan profesi-profesi yang merupakan keluaran Stikes itu,” kata dr Helmi Budiman.

Wakil Bupati juga membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan membuat rumah sakit tipe D dan bahkan Pemprov Jabar juga ingin dibangun rumah sakit tipe C di Garut. Ini artinya akan membuka peluang kerja yang luas bagi lulusan kesehatan.

“Kalau kita melihat rumah sakit yang akan dibuat ya kalau ada 100 tempat tidur saja, ada tiga rumah sakit itu ada 300 tempat tidur. Artinya, kalau satu banding satu saja perawatnya butuh 300. Belum bidan, belum Analis, belum Farmasi, belum tenaga Administrasi,” katanya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here