Sosok Menarik Ustaz Arifin Ilham

146
Ustaz Arifin Ilham

RadarPriangan.com – Ustaz Arifin Ilham dikenal dengan lantunan zikir dan suara khasnya. Zikir yang dibawakan bersama jamaah mampu menenangkan hati.
Maka tidak heran, setiap diundang untuk mengisi tausiah dan zikir, jamaahnya selalu membludak.

Sang ustaz selalu mengingatkan jamaah untuk selalu melantukan kalimat-kalimat Allah SWT. Karena dengan menginat Allah, semua persoalan hidup dapat diatasi, dan hati menjadi tenang.

Pria kelahiran Banjarmasin, 8 Juni 1969 ini bernama lengkap Muhammad Arifin Ilham. Dia adalah anak kedua dari lima bersaudara. Ustad Arifin anak lelaki satu-satunya.

Ustad Arifin bukan dari sembarangan. Ya di terlahir dari keturnan ketujuh Syeh Al-Banjar, ulama besar di Kalimantan. Sementara ibunya, Hj Nurhayati kelahiran Haruyan Barabay, Kabuapetan Hulu Sungai Tengah.

Masa kecil Ustaz Arifin ilham berbeda dengan keempat saudara lainnya. Dia lahir dengan berat 4,3 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. Keanehannya, sejak lahir sudah memiliki gigi rahang di bagian atas.

Di usia lima tahun, Arifin Ilham sekolah TK Aisyiah, kemudian ke SD Muhammadiyah yang letaknya tidak jauh dari rumahnya di Banjarmasin.

Arifin Ilham kecil termasuk anak pemalas saat SD dan tidak terlalu pintar. Dia baru bisa membaca dan menulis latin setelah kelas 3 SD.

Di SD Muhammadiyah, Arifin Ilham hanya sampai di kelas 3, dia dikeluarkan karena berkelahi melawan sekelasnya. Dia membela temannya yang berbadan kecil diganggu oleh teman sekelasnya yang berbadan cukup besar.

Kemudian oleh ayahnya, Arifin kecil dipindahken ke SD Rajawali. Dengan harapan tidak berkelahi lagi.

Ternyata kenakalan Arifin tidak mereda sampai di situ saja. Saat menginjak SMP dia terpengaruh berbagai macam kenalan seperti merokok, berjudi dengan kelereng, hingga mencuri uang ayahnya.

Saking bandelnya, Arifin sempat mengancam akan membakar rumahnya gara-gara keinginannya memiliki motor trail tidak dituruti ayahnya.

Setelah oratunya pergi haji pada tahun 1982. Orangtuanya terkejut atas perubahan drastis yang terjadi pada Arifin Ilham. Dia meminta dimasukkan ke pesantren, saat itu Arifin baru kelas 1 SMP.

Kemudian Arifin pada tahun 1983 dimasukkan ke Pesantren Darunnajah Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia hanya sampai kelas 2 Aliyah.

Selanjutnya pada tahun 1987 dia meneruskan sekolahnya ke Pesantren Assyafi’iyah di Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan. Di situ dia berhasil menyelesaikan sekolahnya.

Di pesantren itu, bakat ceramah Ustaz Arifin Ilham sudah mulai terlihat. Di pesantren dan di kampung halamannya maupun di Jakarta dan sekitarnya, sudah kerap berceramah.

Lulus dari pesantren, dia melanjutkan ke sekolah formal yakni masuk ke Universitas Nasional (Unas) fakultan Hubungan Internasional. Dia lulus tahun 1994 di usia 25 tahun.

Berbekal pengamalan terbiasa berbicara di hadapan banyak orang, Ustaz Arifin ilham diterima mengajar di Universitas Borobudur.

Banyak yang belum tahu, sisi lain Ustaz Arifin Ilham ternyata menyayangi hewan. Di rumahnya dia memelihara burung hantu, ayam kate dan kera.

Tahun 1997, dia diberi ular oleh warga kampung hasil tangkapan di semak belukar. Namun nahas, Ustad Arifin Ilham digigit ular tersebut hingga mengalami kritis.

Dalam kondisi kritis, dia dilarikan ke RS St Carolus, jakarta. Setelah berjuang selama satu bulan melawan bisa ular, akhirnya Arifin Ilham sembuh.

Di masa kritis itu, dia mendapatkan pengalaman spiritual dari alam bawah sadarnya. Sehingga dia semakin mantap hijrah mendalami ilmu agama.

Sejak itu dia mendalami ilmu agama. Dan mulai berceramah. Tadinya hanya sebagai pengganti ustaz utama, tetapi lambat laun Arifin menjad ustaz utama.

Pada tahun 1999, ia pindah ke depok dan mulai memimpin zikir di Masjid Al-Amr Bittaqwa di Perumahan Mampang Indah II, Depok. Di sini dia mengenalkan zikir berjamaah. Dari tiga orang hingga saat ini berjumlah jutaan jamaah.

Majelis zikir yang dimpimpin Ustaz Arifin selalu dipenuhi jamaah yang mengenakan baju warna putih. Nah sejak itu, majelis zikir Ustad Arifin dikenal sebagai Az-Zikra.

Seiring waktu dan semakin dikenal banyak orang, dia pun kerap dipanggil di acara-acara besar termasuk di sejumlah televisi swasta.

Pada 7 Juni 2009, majelis zikir secara resmi dipindahkan ke kawasan perumahan Bukit Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sejak itu, kegiatan dakwah Ustaz Arifin Ilham semakin padat. Di sela-sela dakwah, dia bertemu dengan Wahyuniati Al-Waly, seorang muslimah yang taat, yang kemudian menjadi pendampingnya.

Kemudian pada tahun 2010, beliau menikah lagi dengan wanita bernama Rania Bawazier pada tahun 2010.

Di tahun 2017, Ustaz Arifin Ilham menikah untuk ketiga kalinya. Istri ketiganya bernama Umi Akhtar yang diketahui merupakan seorang janda beranak dua.

Pendiri majelis zikir Az Zikra itu diketahui mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening stadium 4A. Dia berobat di rumah sakit Penang, Malaysia.

Setelah dikabarkan beberapa kali meninggal dunia. Pada Rabu 22 Mei 2019 pada pukul 23.20 waktu Malaysia, sang ustad menghembuskan napas terakhirnya.

Sesuai keinginan almarhum, Ustaz Arifin Ilham dimakamkan di area Pompes Az-Zikra, Gunung Sindur, Bogor Jawa Barat, pada malam hari.

Selamat jalan Ustaz Arifin Ilham. (din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here