Soal Buper Citiis, Kuswendi dan Bawahan tak Senada

167
TIDAK KOMPAK: Sejumlah saksi dalam kasus Buper Citiis dimintai keterangan oleh Hakim di sidang lanjutan Terdakwa Kadispora Garut Kuswendi, Rabu sore (24/4). (MUHAMMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Sejumlah Saksi Hadiri Sidang Lanjutan Kadispora

RadarPriangan.com, GARUT – Sejumlah saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus Bumi Perkemahan (Buper) Citiis yang menyeret Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Kuswendi, Rabu (24/4).

Saksi yang dihadirkan di antaranya Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Garut, petugas pengukur tanah BPN, Kepala Bidang (Kabid) Pembendaharaan DPKAD Garut Margiyanto, Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Garut Yana Kuswandi, Kepala Seksi PPTK Haris, Kasubag Dispora Nurhaedi, notulen audiensi Komisi B (sekarang komisi II) DPRD Garut dan pengusaha yang mendapat proyek pembangunan Buper.

Jaksa Penuntut Umum, Fiki, mencecar banyak pertanyaan terhadap para saksi. Mulai dari pengukuran tanah hingga pengurusan analisis dampak lingkungan (Amdal).

Di antara saksi menyebut bahwa pembuatan Amdal pernah diajukan, namun usulan tersebut tidak diindahkan. Pernyataan itu pub disanggah terdakwa Kuswendi. Menurutnya, kesaksian itu dinilai ingin menyelamatkan diri.

“Tidak benar, di antaranya begini pak Haris (saksi yang dihadirkan, red) pernah menyampaikan di briefing bahwa UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, red) harus dibuat, pas dilihat di itu kan gak ada. Artinya itu membohong,” kata Kuswendi.

Kuswendi mengatakan, pihaknya justru menginstruksikan tiap ada evaluasi atau briefing terkait pengajuan izin lingkungan, bukan bawahannya.

“Saya menyuruh tiap itu kan ada di situ kan evaluasi di dalam briefing evaluasi izin lingkungan kan saya (menyuruh penyusunan UKL-UPL, red) bukan mereka,” katanya.

Tidak hanya itu, Kuswendi pun membantah pernyataan pengusaha yang mengerjakan proyek Buper terkait jumlah pohon lebih banyak dulu ketimbang sekarang atau adanya penyusutan pohon sebelum dan sesudah pembangunan.

Kuswendi mengungkapkan jumlah pohon sekarang justru lebih banyak dibanding sebelum dibangun yang berjumlah 4 pohon.

Agenda selanjutnya sejumlah saksi akan dipanggil untuk memberikan keterangan pada 2 Mei 2019. Sementara untuk saksi meringankan rencananya akan disampaikan oleh Bupati Garut pada pekan selanjutnya.

“Saksi yang meringankan (akan hadir, red) pak Bupati, di tataran Pemda terkait kebijakan dan sistem,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here