SMP yang Ikut UNBK Naik jadi 48 Persen

51
Bupati Garut memonitor pelaksanaan UNBK SMP. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

Bupati Jamin tidak ada Kebocoran Soal untuk UNKP

RadarPriangan.com, GARUT – Mulai Senin (22/4), sekolah menengah pertama (SMP) melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Di Kabupaten Garut, SMP yang melakukan UNBK mengalami peningkatan cukup signifikan hingga 48 persen dibanding sebelumnya yang hanya 15 persen saja.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong menyebut bahwa pelaksanaan UNBK tahun ini mulai merata hingga ke pelosok daerah. Jumlahnya sendiri lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu hanya 15 SMP yang melakukan UNBK, tahun ini mencapai 48 persen,” katanya.

Jika mengacu pada jumlah, disebut Totong ada 412 SMP/sederajat yang melakukan UNBK dari 646 SMP yang ada di Garut.

Untuk tahun lalu, jumlah SMP yang menggelar UNBK hanya 73 sekolah saja. Jika mengacu pada jumlah pelajar yang melaksanakan UNBK, jumlahnya memcapau 14.886 pelajar.

Jumlah tersebut sebarannya mulai dari wilayah perkotaan hingga daerah terpencil di kawasan Garut Selatan.

“Di Garut Selatan ada dua SMP yang menggelar UNBK, yautu SMPN 2 Cibalong dan SMP IT Mekarsewu. Kita berharap seluruh SMP di Garhlut bisa melakukan UNBK di tahun 2021,” katanya.

Hari ini sendiriĀ  para pelajar melakukan UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di beberapa sekolah, UNBK dilakukan secara bergiliran karena keterbatasan alat.

Bupati Garut Rudy Gunawan memastikan tidak akan ada lagi soal Ujian Nasional pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dipelintir atau yang aneh-aneh.

Hal ini ia pastikan saat monitoring ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMPN 1 Garut.

“Saya sudah menugaskan Bapak Wakil Bupati Helmi Budiman untuk memeriksa soal Bahasa Indonesia secara hati-hati,” katanya.

Menurutnya soal UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) beberapa waktu lalu yang menyita banyak perhatian pihaknya pastikan tidak akan terulang lagi. Soal yang menjadi polemik biar menjadi pembelajaran bagi Pemerintahanya dan terutama bagi Dinas Pendidikan.

“Sudah lah, masa lalu itu ga akan terulang lagi, Pak Wakil Sudah meriksa (soal ujian UN) dengan hati-hati,” tegasnya.

Rudy juga menjamin pada Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) tidak akan ada kebocoran soal. “Saya jamin tidak akan ada kebocoran soal selama tiga hari kedepan,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here