Situng Tetap Dilanjut

141
Situng KPU terus dilanjut meski sudah diumumkan perolehan suara akhir. (dok. FAJAR INDONESIA NETWORK)

RadarPriangan.com, JAKARTA –Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan Sistem informasi Penghitungan Suara (Situng) masih berlanjut. Meskipun hasil perolehan suara Pemilu 2019 sudah ditetapkan. Versi KPU, situng dilanjutkan hingga mencapai 98 persen.

“Kalau nggak mungkin 100 persen, mungkin bisa 98 persen maksimal,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di gedung KPU, Jakarta, Selasa (28/5).

Ada beberapa kendala dalam proses penginputan Situng KPU. Terutama, para operator salah menempatkan lembar C1 yang seharusnya tidak dimasukkan ke kotak suara. Sehingga butuh waktu berkoordinasi dengan Bawaslu untuk membuka kembali kotak suara.

“Membuka kotak itu kan harus memberi tahu kepada Bawaslu. Itu salah satu kesulitannya. Namun, ada beberapa yang mencoba koordinasi dengan Bawaslu meminta C1 untuk dimasukkan ke dalam situng,” imbuhnya.

Situng, akan dijadikan database jika nantinya ada yang mempertanyakan bukti fakta C1. Karena itu, KPU tetap akan memaksimalkan proses penginputan situng hingga selesai.

Sebelumnya, KPU telah menetapkan resmi hasil perolehan suara Pemilu 2019 pada 21 Mei 2019 pada 21 Mei dini hari. Hasilnya, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat 85.607.362 suara. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara. Selisih suara sebanyak 16.957.123.

Terkait persiapan sidang gugatan di MK, KPU menyiapkan 60 pengacara untuk memberikan bantuan hukum.

“Kami masih kumpulkan dokumen dan data dalam memperkuat jawaban dan bukti untuk membantah pokok permohonan yang diajukan para pemohon,” kata Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Selasa (28/5).

Menurut Pramono, dari total jumlah pengacara itu, 20 di antaranya merupakan pengacara untuk memberikan bantuan hukum dalam menghadapi gugatan dari BPN Prabowo-Sandi. Para pengacara itu berasal dari lima firma hukum yang akan membantu KPU dalam menghadapi gugatan di MK.

KPU, sudah membagi tugas firma hukum tersebut masing-masing satu firma menangani beberapa gugatan yang diajukan partai politik. “Berikutnya kami sudah pelajari detail masing-masing permohonan baik pilpres, parpol dan DPD. Sudah kami telaah dan sekarang sedang mulai kami susun kerangka jawabannya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyusun alat-alat bukti, dokumen dan ahli yang akan memperkuat jawaban dari KPU. Pramono menambahkan KPU tidak menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi gugatan Pemilu 2019 tersebut, karena permohonan penggugat sudah dipelajari.

“Kami sudah biasa dalam menghadapi gugatan ini. KPU jadi termohon dalam Pilkada juga begitu. Jadi ini memang bagian dari pertanggungjawaban. Kami membuktikan bahwa apa yang kami kerjakan selama ini sudah benar,” tuturnya.(rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here