Sinyal Prabowo Merapat

118
Pertemuan Jokowi dan Prabowo. (dok Setkab)

Gerindra Tawarkan Konsep Mandiri ke Koalisi Jokowi-Ma’ruf

RadarPriangan.com, JAKARTA -Dewan Pembina Partai Gerindra menggelar rapat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/7). Belum ada keputusan apakah tetap oposisi atau ikut dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Semua kader menyerahkan keputusan strategis kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Waketum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, Gerindra bisa saja di dalam pemerintahan. Namun, dengan beberapa kondisi. Menurutnya, Gerindra tidak mau hanya sekedar bagi-bagi kursi. Yang akan ditawarkan adalah tukar menukar konsep.

“Apabila konsep Gerindra diterima, artinya akan ketahuan berapa jumlah orang yang diperlukan untuk menjalankan konsep tersebut. Kalau semua diakomodir, berarti di dalam. Kalaupun di luar nggak masalah. Kita akan tetap suarakan kritik membangun,” ujar Dasco kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/7).

Ada beberapa konsep yang akan didiskusikan bersama. Antara lain terkait pangan, energi dan sebagainya.

“Konsep mandiri pangan, ketahanan energi, kira-kira itulah. Apabila konsep mandiri itu diterima, nanti akan dihitung bidangnya berapa, orangnya berapa. Mungkin bisa dikolaborasi dengan yang sudah ada. Tinggal ditambahkan berapa yang belum ada orangnya. Seperti itu gambaran ilustrasinya,” imbuh anggota Dewan Pembina Gerindra itu.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, tidak ada pembicaraan khusus membicarakan arah koalisi atau oposisi.

Menurutnya, pembahasan hanya membicarakan arah politik lima tahun ke depan tanpa merinci koalisi atau oposisi. Rapat tersebut dihadiri 65-70 anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

“Secara khusus tidak dibicarakan. Tetapi implisit diomongkan. Bahwa hal yang sangat strategis, kita percayakan semua kepada Ketua Dewan Pembina untuk mengambil langkah,” kata Muzani di Jakarta, Jumat (19/7).

Jajaran Dewan Pembina Gerindra, lanjut Muzani, meminta segenap kekuatan partai menguatkan soliditas internal menyongsong lima tahun ke depan. Apa pun posisi Gerindra yang bakal diputuskan Prabowo, kader siap melaksanakan.

“Pak Prabowo masih akan terus melakukan pembicaraan-pembicaraan dan mendengarkan semua pandangan yang berkembang. Karena itu, rapat ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi keputusan partai ke depan,” ucap Muzani.

Prabowo, kata Muzani, berulang kali mengatakan prinsip dan keyakinan serta cita-cita perjuangan Gerindra tidak berubah. Yaitu menegakkan keadilan dan kemakmuran berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Di dalam atau di luar pemerintahan, prinsip itu akan tetap kita pegang. Karena sesungguhnya menegakkan keadilan dan kemakmuran berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keluhuran bagi cita-cita perjuangan,” bebernya.

Dipastikan Dapat Posisi

Terpisah, Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, sudah menjadi rahasia umum jika hasil rapat partai tidak seluruhnya dipublikasikan. Ada sejumlah hasil rapat yang memang tidak bisa dikonsumsi publik. Hal ini berkaitan dengan strategi partai dalam menentukan arah kebijakan.

“Saya rasa strategi partai juga tidak ingin diketahui lawan politiknya. Sehingga lawan politik tidak bisa seenaknya mengetahui strategi. Saya sudah prediksi sebelumnya, jika keputusan rapat tidak diberitakan seluruhnya,” Ujang kepada Fajar Indonesia Network (FIN) di Jakarta, Jumat (19/7).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menambahkan, jika nantinya Gerindra masuk ke dalam koalisi, bisa dipastikan akan mendapatkan kursi menteri. Terkait hal itu, Ujang meyakini akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya antara Jokowi dengan Prabowo.

“Hal ini lumrah dalam politik. Setiap keputusan harus disertai dengan syarat dan janji politik. Tidak mungkin jika Gerindra tak dapat kursi menteri jika masuk koalisi. Karena itu bisa menjadi salah satu syarat,” tuturnya.

Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing menyatakan mendukung koalisi Prabowo dan Jokowi. Menurutnya dengan bersatunya dua tokoh tersebut, pembangunan di Indonesia bisa semakin cepat.

“Sejujurnya saya mendukung koalisi. Karena Prabowo juga punya pendukung banyak dalam pemilu 2019. Jadi saya rasa hal ini bisa mendukung program pembangunan,” tandasnya. (khf/fin/rh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here