Sindir Jas Pakaian Eropa, BPN Ingatkan Jokowi PP 71/2018

228
Dahnil Anzar Simanjuntak

RADARPRIANGAN.COM – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN, Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyindir pernyataan Jokowi soal jas sebagai pakaian Eropa dan Amerika.

Dahnil menyindir Jokowi atas pernyataan itu dengan menuliskan aturan tentang setelan jas sebagai pakaian resmi pada acara-acara kenegaraan. Peraturan yang mengaturnya pun diterbitkan dan diteken oleh Jokowi.

“Sesuai PP 71 thn 2018 yg ditandatangani presiden saat ini, terang dijelaskan bahwa pakaian resmi nasional yang harus dikenakan pada acara resmi kenegaraan adalah jas hitam dengan kemeja putih. Pun, foto resmi Presiden mengenakan Jas lengkap. Apakah Presiden ikut-ikutan Eropa? Mikir..mikir..baca..baca,” tulis Dahnil di akun @Dahnilanzar, Rabu (27/3).

Sebelumnya, saat berkampanye di Kota Dumai, Selasa (26/3), Jokowi mengajak warga Kota Minyak mencoblos pasangan berbaju putih dalam surat suara Pilpres pada 17 April nanti, yakni Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin.

Nah, capres petahana itu beralasan jika dirinya bersama Kiai Ma’ruf mengenakan baju putih sebagai bentuk kesederhanaan dan harganya tidak mahal.

“Kalau pakai jas, mahal dan jas itu pakaian Eropa, Amerika, orang Indonesia cukup pake baju yang murah, baju putih seperti yang saya pakai,” ucap Jokowi.

Dalam kertas suara Pilpres 2019, pasangan Jokowi – Ma’ruf kompak mengenakan pakaian putih-putih dan pakai peci. Sedangkan penantangnya Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mengenakan setelan jas warna hitam dan berpeci. (jp/fajar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here