Sepasang Lansia Lumpuh, Butuh Uluran Tangan

52

RadarPriangan.con, CIAMIS – Sepasang suami isteri Lansia, Endi, 70, dan Sursih, 60, di Ciamis, Jawa Barat menderita lumpuh sejak setahun terakhir. Sampai saat ini keduanya hanya bisa terbaring dan duduk di atas kasur tengah rumahnya di Dusun Ciwahangan, Kecamatan Baregbeg. Sejauh ini keduanya belum mendapat program bantuan pemerintah.

Saat dikunjungi di rumah panggungnya Sabtu (15/6/2019), keduanya tengah berbaring di kasur. Tapi abah Endi kemudian memaksakan untuk duduk. Terlihat dua orang warga salah satunya adalah keponakannya yang biasa menjaga dan merawat setiap hari.

Eni Herni, 45, keponakan, menjelaskan bibi dan pamannya menderita lumpuh sudah beberapa tahun. Namun setahun belakangan ini keduanya sudah tak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Eni menceritakan, Sursih awalnya oleh dokter didiagnosa mengalami struk ringan setelah mengeluh sakit kaki dan lutut. Sakitnya malah bertambah parah ternyata ia mengalami pengeroposan tulang. Sedangkan Endi menderita darah tinggi sampai akhirnya lumpuh. Ditambah saat masih usaha jual beli material bangunan ia mengalami kecelakaan, tubuhnya sempat terjepit badan kendaraan.

“Kalau lumpuhnya sudah lama, tapi sampai tak bisa kemana-mana, hanya tidur di kasur setiap hari sudah ada 1 tahun kondisi ini,” ujar Eni.

Sehari-hari Eni mengurus paman dan bibinya dengan memberi makan keduanya. Untuk berobat biasa dilakukan seminggu sekali dengan mendatangkan mantri, biayanya dari Eni dan simpanan milik Endi sekitar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sekali berobat.

Eni mengaku tak keberatan mengurus paman dan bibinya, namun keluarganya juga termasuk dari keluarga sederhana.

“Kalau dulu sempat ke beberapa dokter untuk berobat, tapi sekarang ke mantri selain keterbatasan biaya juga kalau mantri bisa dipanggil ke rumah,” ungkap Eni.

Menurut Eni, dulu keduanya tinggal di Desa Sukamulya, Baregbeg, namun tak ada yang mengurus akhirnya pindah ke Ciwahangan, supaya Eni mudah merawarnya. Sampai saat ini keduanya belum mendapat bantuan dari Pemerintah baik desa maupun Pemkab Ciamis.

“BPJS tidak ada, bantuan lainnya memang tidak ada. Mungkin keduanya masih tercatat warga Desa Sukamulya tapi tinggal di Baregbeg, jadi dua desa itu tidak ada yang kesini menengok atau mengurus bantuan,” ucap Eni.

Ia berharap ada dermawan untuk membantu meringankan penderitaan sepasang suami isteri lansia tersebut. Eni berharap ada bantuan dari program Pemerintah terutama untuk biaya pengobatannya, supaya keduanya bisa sembuh.

“Harapannya keduanya segera sembuh seperti sebelumnya. Juga ingin sekali mendapat bantuan supaya lebih meringankan untuk biaya pengobatan,” pungkasnya. (mg2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here