Semua Harus Menjaga Hasil Pemilu

113
Rapat pleno Dewan Pertimbangan MUI membahas persoalan hasil Pemilu 2019. (FIN)

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh KPU Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara definitif berdasarkan konstitusi dengan sikap taat berkonstitusi.

“Seperti, melalui pemberitaan hasil Quick Count (QC) karena bersifat menggambarkan sesuatu yang belum pasti tapi dapat dan telah menimbulkan eforia berlebihan dari rakyat pendukung, hal ini berpotensial menimbulkan konflik dikalangan rakyat. Melalui pemberitaan di media massa, baik cetak, elektronik maupun media sosia, secara tidak berimbang yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat,” Imbuh Din Syamsuddin di Jakarta, Rabu (24/4).

Masih di tempat yang sama, Sekjen MUI, Anwar Abbas menambahkan bahwa pihaknya menyerukan semua puhak, baik Tim Sukses, Relawan dan pendukung masing-masing pasangan Capres dan Cawapres untuk dapat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri, namun menyerahkan penyelesaian setiap sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip konstitusi.

“Mendesak kepada penyelenggara Pemilu, sesuai amanat konstitusi yaitu Pemilu diselenggarakan berdasarkan asa Langsung, Bebas, Rahasia, serta Jujur dan Adil, untuk melaksanakan tahapan-tahapan berikutnya dengan senantiasa berpegang teguh kepada asas-asas khususnya keadilan dan kejujuran. Maka KPU, Bawaslu, DKPP, beserta jajaranya masing-masing untuk berperlaku profesional, obyektif, transparan, dan imparsial atau non partisan,” tutur Anwar.

Lebih lanjut, Anwar kembali menyatakan bahwa secara khusus mendesak lembaga penegak hukum dan keamanan (Mahkamah Konstitusi, TNI dan Polri) untuk mengemban amanat dan tanggung jawab dengan tidak mengedepankan kepentingan kecuali kepada Bangsa dan Negara.

“Mengajak seluruh umat beragama, khususnya umat Islam, untuk senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia amam dan sentosa, rukun dan damai dan terhindar dari malapetaka perpecahan,” katanya.

Terpisah, selaras dengan MUI, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet)

menyampaikan bahwa pihaknya memberikan himbauan agar publik turut berpartisipasi dan mengawal tahapan-tahapan Pemilu serta mengajak publik untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas faktanya.

“Mengimbau kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dalam mengawal jalannya rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilu 2019 guna menghindari terjadinya pelanggaran dalam proses tersebut, serta untuk tetap tenang, tidak menjadi provokator dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya. Karena mengganggu ketertiban umum dan upaya makar bisa dijerat dengan delik pidana,” Ujar Bamsoet.

Legislator Partai berlambang beringin (Golkar) dan sekaligus mantan Wartawan ini, menambahkan, terkait dengan rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilu 2019 di tingkat nasional yang akan diselenggarakan mulai tanggal 25 April 2019 sampai dengan 22 Mei 2019, pihaknya meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berkoordinasi dengan Kepolisian RI untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap jalannya proses rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilu yang akan segera berlangsung.

“Agar dapat menjamin kemanan dan ketertiban pasca pemungutan suara Pemilu 2019, mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi pada saat pelaksanaan Pemilu. Mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 tetap berdasarkan asas Pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), serta prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan menjaga independensi,” tandas Bamsoet.(by/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here