Sempat Teriaki ‘Begal’ ke Polisi, 6 Spesialis Curanmor Diringkus

158
Sebanyak enam spesialis pencurian kendaraan bermotor yang selama ini beroperasi di sejumlah wilayah di Kabupten Garut, berhasil diringkus oleh Satreskrim Polres Garut. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Enam orang kawanan pencuri spesialis motor dan mobil berhasil diringkus Satreskrim Polres Garut.

Sebelum diringkus, upaya penangkapan sempat mendapat perlawanan dari para tersangka dengan menabrak anggota polisi menggunakan sepeda motor. Bahkan pelaku meneriaki polisi yang berpakaian bebas itu ‘begal’.

“Pelaku ditangkap di kawasan Kerkof, Tarogong Kidul. Pelaku yang panik, malah meneriaki anggota sebagai begal agar dia bisa melarikan diri,” ungkap Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mafaseng di Mapolres Garut, Minggu (7/4).

Pelaku yang berusaha melarikan diri terpaksa harus dilumpuhkan dengan tembakan timah panas di bagian kaki. Komplotan pencuri motor yang dipimpin AS alias Apong ini sudah lama menjadi incaran aparat penegak hukum.

Lima pelaku lainnya yang ditangkap yakni UJ, II alias Feri, J alias Banteng, FR, dan SR. Mereka kerap melancarkan aksinya di wilayah perkotaan Garut, Kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, dan Garut Kota.

Aksi tersebut sudah dilakukan komplotan spesialis pencuri motor dan mobil ini tersebut sejak 2016.

“Ada 26 laporan yang masuk ke kami. Namun yang ditangani baru 15. Sisanya masih on progres karena kaitan dengan pelaku yang masih diselidiki,” katanya.

Ketika beraksi, komplotan itu membagi peran. Ada yang melakukan eksekusi, ada juga yang memantau situasi di lokasi pencurian.

“Pakai kunci astag atau kunci T untuk membongkar sepeda motor. Ada 10 kendaraan yang diamankan dari pelaku. Sisanya sudah dijual,” kata Kapolres.

Selain di Garut, daerah Cisompet dan sebagian daerah Tasikmalaya jadi daerah langganan untuk menjual sepeda motor hasil curian. Pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus ini, termasuk mencari penadah dan lima pelaku lain yang masih buron.

Tersangka dikenakan pasal 363 junto pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. (erf) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here