Sekolah yang Gelar Perpeloncoan Akan Disanksi

68
Kepala KC Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah XI Garut, Agus Sudarsono dan Ketua MKKS SMK Garut Dadang Johar Arifin saat meninjau MPLS di SMKN 1 Garut. (ist)

RadarPriangan.com, GARUT – SMA dan SMK diperingatkan untuk tidak melakukan perpoloncoan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Demikian diungkapkan Kepala KCD Pendidikan Jabar Wilayah XI, Asep Sudarsono saat memantau MPLS di SMKN 1 Garut, Senin (15/7).

Menurutnya, jika ada sekolah yang masih mengadakan aksi perpoloncoan kepada siswa baru, pihaknya tidak segan-segan memberi sanksi. Terlebih semua sekolah telah diberikan petunjuk teknis terkait kegiatan MPLS tahun ini.

“Kalau ada yang kasih tugas tak realistis beritahu kami. Nanti kami akan beri penindakan,” katanya.

Lanjut Sudarsono, tugas-tugas yang tak realistis dan dilarang untuk dilakukan yang dimaksud seperti memberi tugas mengumpulkan pemakaian pernak-pernik aneh-aneh kepada siswa, membawa beras beberapa butir, penggunaan kaos kaki berbeda warna dan lainnya.

“Apalagi sampai pakai pita yang banyak atau tali rapia untuk sabuk. Kaos kaki kiri merah, kanan putih. Lapor ke kami kalau masih ada,” katanya.

Lanjutnya, MPLS jangan dijadikan ajang balas dendam. Tujuan MPLS membuat siswa beradaptasi dan mengenal lingkungan sekolah.

“Kami akan beri teguran ke pimpinan sekolah kalau masih ada perpoloncoan. MPLS itu biar anaknya nyaman saat pertama sekolah,” katanya.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Garut, Dadang Johar Arifin, memastikan tidak ada perpoloncoan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurut Dadang, dalam MPLS yang digelar tiga hari itu, para siswa baru tak dibebani dengan tugas yang tidak realistis. Kegiatan di sekolah pun lebih pada pengenalan situasi lingkungan di sekolah sebelum para siswa mulai belajar.

“Sejak lima tahun ke belakang sudah tak ada perpoloncoan. Siswa juga tidak disuruh bawa tugas yang aneh-aneh. Sekarang sifatnya lebih ke yang terkini, milenial, dan mendidik,” kata Dadang usai membuka MPLS di SMKN 1 Garut.

Dadang telah memperingati panitia MPLS agar memberi pengenalan sekolah. “Waktu di SMP kan lebih umum belajarnya. Sekarang di sini dengan program berbeda mereka harus paham bagaimana belajar di SMK disini,” katanya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here