Sejak Lebaran Harga Cabai tak Kunjung Turun

99
Ilustrasi: jpc

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Harga cabai di Kota Tasikmalaya tak kunjung turun. Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, harga cabai merah dan cabai rawit mencapai Rp55 hingga Rp80 ribu per kilogram.

Entun, 55, salah satu pembeli di Pasar Cikurubuk mengatakan, harga tinggi itu sudah terjadi sejak Lebaran. Sempat turun sesaat, tapi harga cabai kembali melonjak.

“Harga normal mah Rp 24 ribu per kilogram. Dari Lebaran gak turun-turun,” kata dia, Rabu (17/7).

Ia mengaku terpaksa membeli cabai meski harganya tinggi. Pasalnya, cabai itu digunakan memasak makanan yang akan dijual di warung nasinya.

Meski harga cabai tak kunjung turun, Entun tak lantas menaikannya harga makanannya. Menurut dia, para pelanggan akan pergi jika harga makanan di warungnya naik. Untuk mengakalinya, ia mengurangi penggunaan cabai untuk masakannya.

“Jadi kuang merah, ditambahin kunyit aja,” kata dia.

Ia berharap, pemerintah dapat berupaya untuk membuat harga cabai turun. Pasalnya, jika tak kunjung turun pendapatannya akan semakin mengecil.

Salah satu pedagang cabai, Darma, 60, mengatakan, harga cabai merah per kilogramnya ada di kisaran Rp55 ribu hingga Rp70 ribu. Sementara cabai rawit berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp80 ribu. Bahkan, menurut dia, di eceran harga cabai bisa menembus Rp100 ribu per kilogram.

“Kalau tinggi mah sejak 10 harian. Sebelumnya Rp10 ribu per kilo,” kata dia.

Padahal, ia menyebutkan harga cabai merah ketika normal berkisar antara Rp25 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit normal berkisar Rp30 per kilogram.

Menurut dia, kenaikan harga itu disebabkan lantaran pasokan yang kurang. Ia yang biasa mengambil barang 1 ton kini dijatahi 7-8 kwintal.

“Ya pembeli jadinya berkurang, omzet kurang. Bisa turun 10 persen,” kata dia.

Ia mengatakan, kenaikan ini tak seperti biasanya. Pasalnya, kenaikan harga cabai biasanya hanya sehari atau dua hari. Namun saat ini, harga cabai justru semakin melambung.

“Ini katanya petaninya juga karena kekeringan, jadi pada mati,” kata dia.

Pedagang cabai lainnya, Yaya, 27, mengatakan, sejak sebulan terakhir harga cabai memang tak kunjung turun. Sebaliknya, harga cabai justru semakin tinggi.

“Awalnya Rp50 ribu per kilo, sekarang Rp70 ribu per kilo. Lebaran mah sempat turun tapi naik lagi,” kata dia.

Ia menambahkan, para pelanggan yang tadinya biasa membeli 1 kilogram turun menjadi setengah kilogram. Akibatnya, omzetnya pun ikut menurun.

Menurut dia, saat ini para pelanggannya justru lebih memilih beli cabai kering, yang merupakan hasil impor dari India. Pasalnya, cabai itu harganya lebih stabil, yaitu Rp45 ribu per kilogram.

“Kalau cabai kering kan per kilonya jadi lebih banyak juga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan, Kota Tasikmalaya, M Firmansyah mengatakan, kenaikan harga cabai di pasaran merupakan dampak dari musim kemarau. Pasalnya, produksi para petani tak terlalu maksimal pada musim kemarau.

Menurut dia, pihaknya akan memantau terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. “Karena para pedagang akan cari dari sumber lain,” kata dia.

Selain itu, pihaknya akan melakukan klasifikasi harga kebutuhan pokok mana saja yang sudah tinggi. Setelah itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan cari distributornya langsung. Dengan begitu, kebutuhan pokok untuk Tasikmalaya dapat diakses langsung agar dikirim secara cepat dan sesuai kebutuhan.

Meski begitu, ia meyakini harga yang melabung tinggi itu tak akan berlangsung lama. “Saya yakin ini tak akan lama,” kata dia. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here