Sejak Cerai, Bapak Setubuhi Anaknya Hingga Hamil

219
UR, ayah bejat jadi tersangka kasus perkosaan kepada anaknya sendiri sejak 2015 lalu, hingga melahirkan. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

Pelaku Diancam Hukuman Minimal 5 Tahun

RadarPriangan.com, GARUT – Seorang ayah berinisial UR, 42, di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut ditangkap polisi dari kepolisian sektor Malangbong. UR diketahui menyetubuhi anaknya sendiri hingga hamil dan bahkan melahirkan.

Kapolsek Malangbong, Iptu Abusono menyebut bahwa anak perempuan UR yang dihamili dan kini sudah melahirkan itu masih berusia 15 tahun. UR sendiri diketahui merupakan seorang duda cerai dengan istrinya.

“Awalnya kami menerima laporan dari warga yang curiga saat anaknya hamil dan kemudian melahirkan di RSUD dr Slamet Garut. Sang ibu korban saat itu menaruh curiga dan heran dengan kelahiran tersebut sehingga menginterograsi anaknya,” kata Abusono, Selasa (2/7).

Saat diinterograsi, korban mengaku bahwa yang telah menghamilinya diduga adalah ayahnya sendiri. Korban mengaku tidak berani bercerita atas apa yang sudah dialaminya karena takut oleh ayahnya.

Setelah mengetahui pelaku, pihak keluarga langsung melaporkan hal tersebut kepda pihaknya.

“Kita setelah menerima laporan langsung bergerak dan mengamankan UR di rumahnya beberapa saat setelah mendapat laporan,” katanya.

Korban sendiri, disebut Abusono sempat menutupi kehamilan dari keluarganya karena takut dan malu. Namun saat ini sendiri, kata Abusono, korban bersama keluarganya.

“Sementara untuk tersangka dan kasusnya saat ini sudah kita limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polrea Garut,” ucapnya.

UR, elaku pencabulan anak di bawah umur kepada anaknya statusnya kini telah menjadi tersangka. Ia mengaku semua perbuatan bejatnya terhadap anaknya yang masih berusia 15 tahun selama 4 tahun, atau sejak ia bercerai dengan istrinya.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebut bahwa akibat perbuatannya, UR diancam kurangan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

“Ditambah sepertiga masa kurungan dan tahanan karena korbannya adalah keluarga tersangka,” ujarnya, Selasa (2/6).

Budi menyebut bahwa awalnya dugaan pencabulan diketahui saat warga curiga anak berusia 15 tahun yang sudah melahirkan padahal belum bersuami. Korban sendiri kemudian melahirkan pada 15 Juni dan pihaknya menerima laporan pada 29 Juli 2019 daei ibu korban.

“Kita langsung menangkap pelaku di Malangbong dan memeriksa dan melakukan gelar perkara hingga menetapkan UR sebagai tersangka. UR ini diketahui menduda sejak bercerai dengan istrinya di tahun 2010. Dan korban ini pun diketahui tinggal bersama ayahnya,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan korban, lanjut Budi, aksi bejat UR dilakukan sejak tahun 2015 atau saat korban masih berusia 12 tahun. Aksi tersangka dilakukan hingga 2019 lalu diketahui hamil dan melahirkan.

Aksi bejat UR sendiri tidak berani diceritakan korban karena melakukan ancaman. “Setiap aksi UR dilakukan di rumahnya. Jadi korban ini dipaksa untuk melayani nafsu ayahnya hampir setiap malam,” ungkapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here