Satu WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas

107
Ilustrasi

RADARPRIANGAN.COM, FILIPINA – Salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di Filipina Selatan meninggal dunia pada Jumat (5/4) pukul 18.00 waktu setempat. WNI atas nama Hariadin meninggal dunia di perairan Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan, akibat tenggelam di laut setelah terbebas dari penyanderaan.

Dalam siaran persnya, Kementerian Luar Negeri RI menjelaskan, bahwa Hariadin meninggal dunia setelah terbebas dari penyanderaan.

“Hariadin bersama seorang WNI lainnya, yaitu Heri Ardiansyah berusaha berenang ke Pulau Bangalao guna menghindari serangan angkatan bersenjata Filipina terhadap kelompok penyandera, sebagaimana dialami warga Malaysia yang terbebas sehari sebelumnya,”ujar Juru Bicara (Jubir) Kemenlu Indonesia Arrmanatha Nasir dalam pernyataannya, Sabtu (6/4).

Pemerintah menyampaikan, ungkapan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Hariadin. Kemenlu telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan di Sandakan, Malaysia, guna mengabarkan peristiwa tersebut.

Sabtu ini, Heri Ardiansyah dan jenazah Hariadin telah tiba di pangkalan militer Westmincom di Zamboanga City, Filipina, untuk diserahterimakan kepada wakil pemerintah Indonesia. Selanjutnya, pemerintah Indonesia akan melakukan proses pemulangan kedua WNI ke Tanah Air secepatnya.

Juru Bicara militer Westmincom Filipina Kolonel Gary Besana mengatakan, pasukannya sedang melakukan operasi pengejaran untuk menetralisasi sisa kelompok bersenjata Abu Sayaf (ASG) yang masih terperangkap di Pulau Simusa.

Sejak akhir Februari 2019, Divisi 11 Angkatan Bersenjata Filipina yang didukung oleh Tim BAIS TNI malakukan operasi pembebasan sandera dan terus memberikan tekanan kepada para penyandera. Dalam perkembangan terakhir, para penyandera terdesak di Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan.

Heri Ardiansyah dan Hariadin diculik bersama seorang WN Malaysia, Jari Abdullah, di Perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia pada 5 Desember 2018. Ketiganya diculik oleh kelompok bersenjata di Flipina Selatan saat sedang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia SN259/4/AF.

Sejak 2016, tercatat 36 WNI disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Dari jumlah tersebut seluruhnya berhasil dibebaskan, namun seorang orang sandera WNI meninggal dunia dalam proses pembebasan tersebut. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here