Satu Keluarga Tinggal di Kandang Sapi

202
Yeni sedang mengerjakan rutinitas rumah tangga, di rumahnya yang merupakan bekas kandang sapi. (ANGGORO/RADAR PRIANGAN)

RadarPriangan.com, BANJAR – Selama satu tahun lebih, satu keluarga di Dusun Sukahurip, RT 02 RW 01, Desa Lengansari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tinggal di bangunan bekas kandang sapi.

Selama ini, Yeni Suryani, 40, bersama suami Cecep Gunawan, 46, dan tiga anaknya menggunakan bekas kandang sapi berukuran 6×7 meter itu. Yeni mengaku tak memiliki rumah setelah pulang dari lokasi transmigrasi di Sulawesi Tenggara satu tahun lalu.

Pengamat pemerintahan, Sidik Firmadi menyoroto sikap Pemerintah Kota Banjar yang nampak lambat dalam menangani warganya yang tidak mampu ini, yang harus mendapat reaksi serius dari pemkot.

Sidik menyampaikan kondisi ini merupakan tamparan keras bagi pemerintahan di bawah pasangan Ade Uu dan Nana Suryana.

Sebab lanjutnya, Pemerintah Kota Banjar belum mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi penduduknya yang masuk kategori miskin.

Selain itu fakta tersebut juga, kata Sidik, membuktikan bahwa wali kota dan wakil wali kota belum mampu memenuhi janji kampanye pada saat pilkada yang lalu.

Seharusnya, kata Sidik, dengan wilayah yang tidak terlalu luas dan hanya ada 25 desa/kelurahan se-Kota Banjar, tidak sulit bagi pemerintah kota jika ingin serius melakukan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan.

“Saya menyadari bahwa anggaran yang ada (APBD) mungkin terbatas, tetapi jika ada warga Kota Banjar sampai tinggal di bekas kandang sapi, itu rasanya sulit diterima dengan akal sehat dan tidak bisa ditoleransi lagi. Apalagi selama ini di Kota Banjar dikenal ada program rutilahu rumah tidak layak huni (Rutilahu). Kemanakah program tersebut, hingga ada warga yang sampai menderita seperti itu,” ungkapnya saat dihubungi, Selasa (25/6/19).

Menurut Sidik, Pemerintah Kota Banjar harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat, terutama kepada satu keluarga yang tinggal di bekas kandang sapi itu. Kemudian selanjutnya pemerintah harus cepat tanggap merespon masalah tersebut, dengan memerintahkan dinas terkait untuk segera membantu keluarga itu dengan cara membangunkan rumah atau diberi bantuan dalam bentuk lain, sehingga kehidupannya lebih baik.

“Saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi dikemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu, padatnya agenda kerja Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih dan Wakilnya Nana Suryana belum sempat melihat kondisi keluarga Yeni yang bertahan di bangunan bekas kandang sapi.

Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana mengaku masih sibuk dengan agenda wali kota yang harus ditangani di Kota Banjar.

“Saya belum bisa melihat kesana karena banyak agenda yang harus saya hadiri, Bu Wali sedang dinas luar jadi disposisi ke saya. Untuk penanganan itu sudah saya perintahkan dinas terkait untuk mengecek dan menanganinya dengan baik,” ucap Nana, usai menghadiri halal bihalal PGRI Kota Banjar di salah satu SMA di Kota Banjar. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here