Satu Jamaah Wafat Dalam Pesawat

44
dr Sri Mulyani

Sudah Diujicoba, Kemenag Matangkan Aplikasi Umrah

RadarPriangan.com, JAKARTA – Satu orang jamaah haji Indonesia asal Embarkasi Solo (SOC) 2 dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat saat menuju ke tanah suci, kemarin (8/7). Jamaah bernama Sumiyatun Sawi Krama (56) itu mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

“Ibu Sumiyatun Sawi Krama meninggal dunia saat masih di atas pesawat,” kata dokter Sri Mulyani, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Senin (8/7) dini hari di Madinah.

Ditambahkannya, saat di atas pesawat tim yang tengah melakukan pemeriksaan, jamaah tersebut mengalami gula darah atau kolesterol yang sangat tinggi dan tidak terkontrol.

“Berdasarkan informasi yang didapat, Sumiyatun berasal dari Desa Godog, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Dia tergabung rombongan 5 kloter 2 Embarkasi Solo,” terangnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Ketua Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC), Lasimin menambahkan, Sumiyatun masuk asrama haji dalam keadaan sehat. Namun setelah diperiksa dokter baru ketahuan bahwa Sumiyatun mengidap penyakit diabetes.

“Saat diperiksa juga biasa, cuma dokter menemukan adanya penyakit gula,” kata Lasimin kepada wartawan, Senin (8/7).

Saat masuk pesawat, kata Lasimin, Sumiyatun juga sehat. Waktu diberikan makan pertama di pesawat juga dikonsumsi. Namun untuk makan kedua sudah tidak mau. Setelah itu, kira-kira 50 menit sebelum mendarat, tiba-tiba Sumiyatun muntah. Dia kemudian diperiksa dokter di pesawat. Namun kondisinya langsung drop.

“Lemes, setelah itu meninggal dunia. Prosesnya cepet banget nggak sampai 10 menit,” kata Lasimin.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Sumiyatun kemudian ditangani oleh kru Garuda. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit. Lasimin mengatakan, kejadian ini telah disampaikan kepada keluarga Sumiyatun di Sukoharjo.

“Keluarga sudah mengikhlaskan, dan harapannya ini menjadi jalan terbaik bagi almarhumah,” kata Lasimin.

Rencananya, jenazah Sumiyatun akan dikuburkan di Madinah hari ini setelah subuh.

Di tempat terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan bela sungkawa atas berpulangnya jamaah asal embarkasi Solo itu.

“Saya baru saja menerima laporan ini. Kami turut berbela sungkawa,” terang Lukman usai melakukan rapat dengan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) membahas Paparan Aplikasi Umrah Online di Ruang Kerja Menag, Jakarta, kemarin (8/7).

Selain mengucapkan bela sungkawa, Lukman juga membeberkan beberapa poin hasil rapat kerja tersebut. “Selangkah lebih maju, saat ini Kemenag tengah mempersiapkan aplikasi layanan umrah. Aplikasi online ini nantinya akan memudahkan, memberikan rasa aman kepada jamaah umrah di Indonesia,” terangnya.

Lukman berharap, aplikasi ini dapat memantau Penyelenggaraan Perjalan Ibadah Umrah (PPIU) yang berniat nakal kepada jemaah umrah. Bahkan, dalam aplikasi umrah ini nantinya jemaah sudah bisa membuka dan mengetahui waktu keberangkatan dan kepulangannya.

Ke depan, PPIU hanya boleh mencairkan dana jemaah umrah jika sudah ada kejelasan keberangkatan, katering, hotel jemaah umrah dan lainnya.

“Aplikasi ini bisa dilaksanakan setelah musim haji tahun 2019. Ini kemajuan dan prestasi yang luar biasa jika diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen PHU Arfi Hatim menambahkan aplikasi umrah ini sudah dipersiapkan dengan baik dan sudah dilakukan uji coba kepada 14 PPIU. PPIU dalam hal ini, yang mempunyai akses untuk menginput data pendaftar jemaah umrah.

Dengan aplikasi ini, jemaah yang ingin mendaftar umrah bisa dengan leluasa memilih PPIU yang diinginkan.

“Jemaah umrah bisa dengan bebas memilih PPIU yang diinginkan sampai kepada paket layanannya,” kata Arfi Hatim. (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here