Sarjana Muda Jawa Barat Diharapkan Jadi Technopreneur

30
Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum membuka Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung (PESONAMU) Tahun Akademik 2019/ 2020 di kampus Universitas Muhammadiyah, Jl.Soekarno Hatta No. 752 Kota Bandung, Kamis (19/9/19). (Humas Jabar)

RadarPriangan.com, BANDUNG — Selain integritas, moralitas atau akhlak yang baik dan mental yang kuat diperlukan untuk mencapai kesuksesan sebagai manusia unggul Jawa Barat, termasuk untuk menghadapi perkuliahan di kampus bagi mahasiswa.

“Karena kesuksesan seseorang tidak hanya dilihat dari kepintaran saja, namun moral dan akhlak yang menjadi pokok,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung (PESONAMU) Tahun Akademik 2019/ 2020, di kampus Universitas Muhammadiyah, Kota Bandung, Kamis (19/9/19).

Di era digital kini, Uu juga meminta generasi muda untuk memiliki kedisiplinan dan keahlian yang mumpuni ditambah skill digital agar bisa beradaptasi dan berkompetisi dengan kemajuan zaman serta persaingan global.

Uu pun mendorong pihak kampus sebagai penyelenggara pendidikan agar membimbing dan mengarahkan para mahasiswa untuk belajar bisnis, baik bisnis yang sesuai dengan program studi maupun lintas program studi. 

Sehingga, nantinya ketika para mahasiswa itu lulus, mereka punya bekal ilmu dan skill yang cukup untuk menghadapi dunia kerja. Selain itu, Uu berharap para sarjana muda itu bisa lahir sebagai technopreneur (entrepreneur yang mengoptimalkan teknologi) dalam Revolusi Industri 4.0.

“Seluruh mahasiswa diharapkan tidak hanya berkuliah untuk menuntut ilmu, melainkan para mahasiswa dapat menerapkan seluruh ilmu yang telah didapat dengan meluruskan niat untuk menjadi pribadi yang berakhlak dan berkemajuan,” kata Uu.

Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Suyatno, sementara itu menyebut cita-cita besar UM Bandung adalah melahirkan para technopreneur muda yang Islami dan terdidik sebagai antisipasi kurangnya sarjana yang terserap di dunia usaha dan industri.

“Technopreneur yang kami maksud adalah seorang sarjana lulusan perguruan tinggi yang selain memiliki kemampun akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill atau kewirausahaan,” kata Suyatno.

Selain itu, lewat lembaga pendidikan yang dipimpinnya, Suyatno ingin para lulusan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan begitu, lulusan UM Bandung memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitar.

Saat ini, terdapat sekira 788 mahasiswa/mahasiswi baru yang mengikuti kegiatan PESONAMU di Kampus UM Bandung. Suyatno berpesan, mahasiswa baru ini harus bisa menjaga nama baik almamater selama menjalankan proses pendidikan.
“Adik-adik mempunyai tanggung jawab menjaga nama baik almamater,” ujarnya mengakhiri. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here