Sampah tak Terangkut, Wakil Bupati Garut Minta Maaf

171
Sampah menumpuk di perkotaan karena tidak terangkut. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman meminta maaf kepada masyarakat Garut. Hal tersebut dilakukan karena selama beberapa hari kebelakang sejumlah titik kawasan perkotaan dipenuhi tumpukan sampah yang tidak terangkut dinas terkait.

Helmi menyebut bahwa pihaknya dalam menyikapo hal tersebut akan secepatnya membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Pasirbajing. Sebelumnya sendiri, ia mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mengatasi hal tersebut.

“Setidaknya ada tiga cara yang sudah kita siapkan dalam menangani hal sampah ini, mulai mencari TPA sementara, perbaikan jalan ke TPA yang rusak, dan penambahan truk pengangkut sampah,” kata Helmi, Jumat (10/5).

Helmi mengaku bahwa di antara persoalan penyebab menumpuknya di kawasan perkotaan adalah akibat kondisi jalan menuju TPA yang rusak. Hal tersebut kemudian berdampak pada tidak bisa dilewatinya jalan untuk membuang sampah ke TPA Pasirbajing

Untuk perbaikan jalan menuju TPA Pasirbajing, diakuinya belum bisa dilakukan karena belum dimulainya lelang.

“Anggaran sudah ada dan akan dibesarkan jalannya. Perbailam sudaj direncanakan dilakukan tahun ini. Sementara jalan yang rusal ditutupi batu dan pasir,” ucapnya.

Untuk sementara, Helmi menyebut pihaknya akan mencari TPA sementara agat sampah selama Ramadan bisa terangkut dan tidak menumpuk. Setidaknya ada dua wilayah yang menjadi pilihan untuk dijadikan TPA, yaitu Banyuresmi dan Karangpawitan.

Sejak hari ini sendiri, ia menyebut sudah ada truk yang mulai membuang sampah yang diayur oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Petamanan.

“DLHKP mengatur setiap enam truk yang bisa membuang sampah karena sementara memang kondisi jalan belum optimal. Kami juga sudah menambah kendaraan. Ada yang dari (dinas) PU dipinjam dulu untuk perbantukan buang sampah. Kami juga sudah anggarkan beli 15 truk serta membuat sistem pembuangan sampah dari masyarakat hingga ke TPA,” jelasnya.

Helmi mengatakan bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Garut hanya mengatur pembuangan sampah dari TPS ke TPA saja, sedangkan sumbernya yaitu rumah belum diatur. “Sekarang kan 100 persen sampah dibuangnya, padahal idealnya itu 40 persen,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here