Rekonsiliasi Diprediksi Terjadi Oktober 2019

30
Jokowi dan Prabowo akrab saat debat capres. (jawapos.com)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Suhu politik menjelang pengumuman resmi KPU pada 22 Mei mendatang diprediksi masih akan terus memanas. Rekonsiliasi yang diharapkan mampu meredakan situasi nampaknya sulit terwujud.

“Setelah pemungutan suara pemilu pada 17 April dan setelah pengumuman hasil suara pemilu secara resmi oleh KPU, situasi politik masih sangat panas. Selain itu, rekonsiliasi nampaknya belum bisa diwujudkan,” kata sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Thomagola di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, kemarin (15/5).

Menurut Thamrin, masih akan muncul gejolak-gejolak dari kelompok pendukung pasangan capres-cawapres nomor 02 yang merasa kurang puas. Terutama di media sosial (medsos).

“Namun, gejolak-gejolak tersebut lahan akan mereda. Sampai pada pelantikan presiden dan wakil presiden pada Oktober mendatang,” imbuhnya.

Dia memperkirakan, rekonsiliasi baru dapat dibangun setelah pelantikan presiden dan wakil presiden pada periode berikutnya. “Saya menyarankan kalau ada provokasi di media sosial, sebaiknya tidak usah ditanggapi. Sehingga tidak menjadi polemik dan suasana panas tidak terus berlangsung lama,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Kolektif Nasional Tim Akar Rumput, M Ridha Saleh menyebutkan, Pemilu serentak 2019 yang berlangsung aman dan damai merupakan bukti kematangan demokrasi bangsa Indonesia.

“Kita perlu bersyukur sebagai bangsa bahwa, kita telah melaksanakan Pemilu secara serentak dengan damai. Ini sebagai proses pematangan berdemokrasi,” kata Ridha, di Jakarta, kemarin.

Tim Akar Rumput mengimbau kepada para politisi dan tokoh bangsa tidak menjadi aktor yang memprovokasi, menyebarkan kebencian serta berita bohong.

Terpisah, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengajak semua pihak mengakhiri kegaduhan politik. “Sudah saatnya kita akhiri kegaduhan politik demi bangsa dan negara,” kata OSO saat buka puasa bersama Presiden Jokowi, di kediamannya, Jakarta, kemarin.

Dia juga sempat menyinggung sikap Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang secara politik berseberangan dengan Joko Widodo di Pilpres 2019, namun tetap harmonis. OSO memuji sikap Jokowi yang tetap mau berhubungan baik dengan pihak-pihak yang berseberangan dalam pandangan politiknya.(rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here