Rekapitulasi Nasional Dimulai, BPN Pertanyakan Urutan Provinsi

140
Arief Budiman, ketua KPU

RadarPriangan.com, JAKARTA – Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional dalam negeri dilaksanakan kemarin, Jumat (10/5).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memulainya dari Provinsi Bali. Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 2.351.057 atau 91,68 persen. Sedangkan Paslon 02 Prabowo-Sandi mendapat 213.415 suara atau 8,32 persen.

Diketahui, jumlah pemilih di Bali mencapai 3.220.479 orang. Dari angka ini, sebanyak 2.616.810 pemilih menggunakan hak pilihnya.

Dari suara yang masuk, 52.338 di antaranya tidak sah. Sehingga, jumlah surat suara sah 2.564.472.Selisih suara di antara keduanya mencapai 2.137.642 atau 83,36 persen.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, KPU telah menyampaikan rincian urutan rekapitulasi, satu hari sebelum rekap digelar. Hari ini, rekap digelar untuk Provinsi Bali dan dilanjutkan Bangka Belitung.

Arief menjelaskan, urutan provinsi tersebut tidak diurutkan berdasarkan abjad. Tetapi KPU melaksanakan rekapitulasi sesuai urutan provinsi dalam menyelesaikan penghitungan KPU provinsi yang dilaporkan ke KPU RI.

“Jadi kita tidak membuat urutan berdasarkan abjad. Tetapi berdasarkan selesainya rekap tingkat provinsi,” katanya di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5).

Untuk hari ini, KPU akan merekapitulasi sejumlah provinsi, yakni Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Tengah. Pada Minggu (12/5), akan dilanjutkan Provinsi Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Lampung.

Kemudian Senin (13/5) dijadwalkan untuk Papua Barat, Jawa Barat, Aceh, dan Derah Istimewa Yogyakarta. “Urutan ini tidak dibuat berdasar abjad nama provinsi. Urutan bergantung pada waktu penyelesaian masing-masing provinsi, tegasnya.

Dipertanyakan

Di tempat sama, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan sempat mempertanyakan alasan KPU memilih Bali sebagai provinsi pertama yang direkap.

“Kami ingin menanyakan soal bagaiamana KPU menetapkan sebuah provinsi untuk dihadirkan ke sini. Apakah karena sudah diundang atau sudah selesai?” kata Ferry yang hadir sebagai saksi.

Ia beranggapan, jika diurutkan berdasarkan abjad, maka seharusnya rekap lebih dulu dilakukan untuk Provinsi Aceh, bukan Bali.

Jika diurutkan berdasar provinsi yang lebih dulu selesai melakukan rekap, Ferry meminta KPU untuk menyampaikan rinciannya, provinsi mana saja yang sudah selesai rekap dan provinsi mana yang belum.

Ia memastikan KPU tak pilih kasih terhadap urutan rekapitulasi ini. Ia juga mengatakan, jika semua provinsi memiliki hak yang sama.

“Tidak ada yang paling diprioritaskan. Terlebih di anak emaskan. Saya rasa semua provinsi sama di sini. Sehingga bisa di clearkan. Jadi tidak ada dugaan-dugaan lagi,” tandasnya. (khf/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here