Ratusan Pelajar di Garut Turun ke Jalan

53
Ratusan siswa SMA saat berunjukrasa di depan gedung DPRD Garut Jl Patriot, Kamis (26/9). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Ratusan pelajar SMA, SMK, hingga MA di Kabupaten Garut, Kamis (26/9) turun ke jalan untuk mengikuti aksi demonstrasi dan mengusung sejumlah isu. Namun meski demikian kehadiran mereka dalam aksi tidak sedikit yang tidak mengetahui tujuan dari aksi uanh diikutinya dan hanya ikut-ikutan saja.

Para pelajar yang seharusnya sedang belajar di ruangan kelas itu sejak pagi berdatangan ke titik awal lokasi aksi di Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul dengan berpakaian putih abu hingga seragam pramuka. Mereka berkumpul bersama pelajar lainnya dan juga masa aksi dari sejumlah ormas dan LSM di Kabupaten Garut.

Salah seorang pelajar SMK yang ditemui di sela-sela aksi mengaku bahwa kehadirannya ikut dalam aksi adalah untuk menolah sejumlah undang-undang yang telah disahkan DPR RI dan yang akan disahkan. Namun saat ditanya lebih jauh tentang undang-undang mana yang ia tolak, sang pelajar tidak bisa menjelaskan lebih jauh.

“Saya tidak tahu. Saya ikut saja karena teman-teman saya juga dari sekolah banyak yang ikutan. Dari sekolah lainnya juga banyak yang ikutan,” ujarnya, Kamis (26/9).

Selain itu, sang pelajar mengaku tidak tahu siapa yang memobilisasinya dan juga teman-temannya yang lainnya. “Saya jadinya ikut-ikutan saja untuk meramaikan aksi. Karena di kota lainnya juga sama kan ramai anak sekolah yang ikut aksi membantu kakak-kakak mahasiswa,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Dinas wilayah XI Garut, Asep Sudarsono saat dihubungi mengaku baru mengetahui adanya siswa SMA dan SMK yang mengikuti aksi demonstrasi. Ia menyebut babwa tidak ada satu SMA dan SMK pun di Kabupaten Garut yang sedang libur.

“Dipastikan mereka bolos sekolah karena sedang tidak lubut hari ini. Harusnya masuk biasa saja. Saya akan menghubungi para kepala sekolah agar siswanya tidak ikut aksi,” ucapnya.

Dalam aksinya, mereka menyuarakan sejumlah aspirasi, mulai dari isu nasional yang saat ini sedang hangat diperbincangkan hingga isu lokal lainnya.

Kericuhan sempat mewarnai aksi ratusan pelajar bersama sejumlah unsur lainnya di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut. Kericuhan terjadi akibat dari permintaan massa aksi agar pimpinan DPRD Kabupaten Garut dihadirkan ke atas kendaraan komando lama dipenuhi.

Menjelang dzuhur, massa aksi yang memang didominasi pelajar sudah nampak emosi karena saat penanggungjawab aksi dari atas mobil meminta anggota DPRD Kabupaten Garut dihadirkan. Gesekan-gesekan kecil pul sempat mewarnai namun akhirnya bisa dikendalikan oleh aparat kepolisia.

Kericuhan pun akhirnya mewarnai saat massa aksi yang kepanasan memaksa untuk masuk kedalam Gedung DPRD Kabupaten Garut. Aksi dorong-dorongan terjadi antara massa aksi dengana aparat kepolisian dan Satpol PP yang menjaga gerbang Gedung DPRD Kabupaten Garut.

Massa aksi selama kericuhan sempat melemparkan sejumlah benda ke arah aparat, mulai bendera, air minum kemasan, dan lainnya. Kericuhan berlangsung singkat karena akhirnya ada dua anggota DPRD Kabupaten Garut mau dihadirkan ke tengah-tengah massa aksi yang sudah kepanasan.

Dua anggota DPRD Kabupaten Garut sendiri, yaitu Deden Sofyan dan Lulu Ghandi akhirnya dihadirkan setelah kericuhan bisa diredakan oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Namun kedatangan mereka di hadapan massa aksi langsung disambut jari tengah para pelajar dan meneriaki keduanya dengan kata-kata kotor.

Aksi para pelajar tidak berhenti sampai disana saja, saat kedua anggota DPRD Garut turun dari mobil komando usai menyampaikan orasi massa pelajar tampak melempari keduanya. Mereka pun akhirnya bisa ditenangkan aparat kepolisian sehingga aksi melempar tersebut tidak lama terjadi.

Usai dua anggota DPRD Kabupaten Garut tersebut turun, Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansah bersama Komandan Kodim 0611 Garut Letkol Inf Erwin Agung TW naik ke atas mobil komando dan berorasi untuk meredakan ketegangan. Massa aksi sendiri akhirnya lebih tenang dan perwakilan massa aksi diterima oleh anggota DPRD Kabupaten Garut untuk beraudiensi. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here