Ratusan Mahasiswa Duduki DPRD Garut

51
Ratusan mahasiswa menduduki gedung DPRD Kabupaten Garut dalam aksi unjukrasa menentang RUU KUHP dan UU KPK, Rabu (25/9). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Ratusan mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus di Kabupaten Garut, Rabu (25/9) menduduki gedung DPRD Kabupaten Garut. Aksi menduduki gedung DPRD Kabupaten Garut tersebut sebagai bagian dari kegiatan unjuk rasa menolak sejumlah rancangan undang undang (RUU) yang dibuat DPR RI.

Sebelum menduduki gedung DPRD Kabuapaten Garut, ratusan mahasiswa berkumpul di Bundaean Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul dengan pengawalan aparat keamanan. Di sana mereka melakukan orasi yang intinya menolak sejumlah RUU, baik yang sudah disahkan maupun yang belum karena dianggap mencederai rakyat.

Setelah selesai melakukan orasi di bundaran dan sempat menutup jalan, ratusan mahasiswa bergerak dengan jalan kaki ke Gedung DPRD Garut yang ada di jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul sambil membawa spanduk dan kertas bertuliskan penolakan RUU. Mereka langsung berkumpul di halaman gedung dan kembali melakukan orasi.

Selesai melakukan orasi, ratusan mahasiswa langsung masuk ke ruang paripurna DPRD Kabupaten Garut dan menaiki meja, baik anggota maupun pimpinan sambil berteriak dan bernyanyi. Didalam ruang paripurna, mereka pun kembali berorasi menyuarakan ketidakpuasam karena hanya satu pimpinan saja yang hadir.

Aksi para mahasiswa yang menaiki meja yang ada di dalam ruang paripurna sempat dibiarkan oleh pengamanan dalam juga aparat yang hadir. Aparat pun sempat melarang dan para mahasiswa turum dari atas meja namun kembali naik.

Dadan Nurjaman, koordinator aksi mahasiswa di Garut menyebut bahwa sikap DPR dan pemerintah yang telah mengesahkan UU KPK dan membahas sejumlah RUU dianggap sangat merugikan.

“Undang undang KPK yang baru melemahkan kinerja KPK sebagai lembaga antirasuah. Sikap dari DPR tidak menjadi solusi,” ujarnya, Rabu (25/9).

Selain itu, ia juga menyebut bahwa banyak RUU yang isinya dianggap aneh sehingga patut ditolak oleh mahasiswa dan Rakyat Indonesia.

“Masa ingon-ingon (hewan peliharaan) kalau masu ke kebun orang pemiliknya didenda, kan konyol. Selain itu banyak juga pasal lain yang sangat tidak penting justru dibahas,” katanya.

Kericuhan sempat mewarnai aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus di Kabupaten Garut. Para mahasiswa pun sempat mengejar salah satu anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuda Pudja Turnawan yang dianggap pandangannya tidak sejalan dengan mereka terkait RUU KUHP dalam audiensi.

Kericuhan bermula saat para mahasiswa menanyakan kepada anggota DPRD Garut yang hadir dalam kegiatan audiensi terkait RUU KUHP. Yuda saat itu memberikan jawaban dimana ja menyebuy bahwa tidak menyetujui tuntutan pencabutan draft RUU KUHP.

Saat itu Yuda mengatakan bahwa terdapat 600 lebih pasal dalam draft sehingga menurutnya jangan dicabut drfat tersebut. “Karena banyak yang baiknya,” kata Yuda dalam audiensi bersama mahasiswa di ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Garut.

Mendengar jawaban tersebut, para mahasiswa langsung berteriak menentang pernyataan tersebut hinhga sempat terjadi aksi saling tunjuk antara Yuda dengan mahasiswa. Mahasiswa yang emosi dengan pernyataan itu pun kemudian semakin memadati bagian depan meja anggota dewan yang hadir dalam audiensi.

Ketegangan sempat memuncak sehingga yang terjadi sejumlah mahasiswa melempatkan botol minuman dalam kemasan hingga kardus ke atah anggota dewan. Pihak kepolisian yang hadir pun kemudian mengamankan Yuda untuk mendinginkan suasana dengan membawanya keluar ruangan paripurna.

Saat pihak kepolisian membawa Yuda keluar melalui ruang belakang ruangan paripurna, sejumlah mahasiswa yang tidak puas terus mengejarnya. Para mahasiswa sendiri akhirnya bjsa ditenangkan oleh aparat kepolisian sehinhha akhirnya mereka kembali ke ruang paripurna.

Kericuhan tidak meluas karena mahasiswa kembali tenang setelah diredam oleh aparat kepolisian dan TNI yang bertugas melakukan pengamanan. Saat ini, para mahasiswa kembali menyampaikan tuntutannya kepada sejumlah anggota DPRD Kabupaten Garut yang masih hadir. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here