PSSI Batal Terapkan VAR di Liga 1

43
Teknologi VAR saat digunakan di Piala Dunia 2018 lalu. (internet)

RadarPriangan.com, JAKARTA -Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan bahwa teknologi Video Assitant Referee (VAR) yang rencananya digunakan di Liga 1 Indonesia musim 2019 batal diterapkan. Hal itu diungkapkan, Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria.

Menurut wanita cantik berkacamata itu, batalnya penerapan teknologi tersebut lantaran pihaknya masih terhalang oleh badan kepengurusan yang menentukan aturan permainan sepak bola atau regulasi FIFA (IFAB). Terutama kurangannya sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini perangkat pertandingan yang dinilainya belum memadai.

“Ada 18 kriteria yang harus dipenuhi di dalam buku IFAB, mulai dari training dan lain sebagainya. Terutama, adalah SDM,” ungkap Ratu Tisha kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/6).

“Selain itu, persiapan perencanaan itu membutuhkan waktu satu hingga 1,5 tahun, dengan posisi memiliki jumlah wasit FIFA yang minimal. Kira-kira kita butuh dua tahun untuk pengembangan SDM-nya sendiri,” sambung Tisha.

Tisha menjelaskan, pihaknya dalam hal ini PSSI serta operator kompetisi harus lebih dulu mempelajari IFAB. Menurutnya, terkait SDM untuk perencanaan VAR itu membutuhkan minimal tujuh perangkat pertandingan untuk satu laga yang akan menggunkan VAR tersebut.

Dengan kata lain, Tisha menegaskan batalnya hal ini bukan terjadi karena kesulitan dana mengingat VAR membutuhkan biaya investasi yang besar.

“Uang bisa dicari, namun SDM yang publik harus ingat. Kita pernah terhenti selama tujuh bulan lamanya. Konflik internal dan lain sebagainya membuat kami berhenti sementara, yang lain jalan terus. Jadi kami harus mengejar ketertinggalan ini, itu saja,” jelasnya.

“Penggunaan VAR itu minimum harus ada tiga operator di balik layar, dua di antaranya harus harus referee yang sudah dapat training oleh VAR itu. Kemudian di tengah tidak mesti wasit FIFA, tetapi ada referee yang memang sudah dapat training penggunaaan alat komunikasi yang link dengan VAR” tambahnya.

Lebih lanjut, Tisha menuturkan, semua harus berproses. Tidak mungkin tiba-tiba langsung diterapkan. Berdasarkan hal itu, PSSI ingin media juga memberikan edukasi kepada masyarakat soal penggunaan VAR. Dengan kata lain, untuk musim ini, PSSI sulit untuk mewujudkan rencana tersebut. Akan tetapi, pemakain VAR masuk dalam prioritas rencana PSSI.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Liga Indonesia Baru, Dirk Soplanit masih bungkam terkait pembatalan penggunaan VAR yang diungkapkan Tisha tersebut. Saat dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN) melalui pesan singkat media sosial Whatsapp, Dirk enggan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh redaksi FIN.

Seperti diketahui, PSSI dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) beberapa waktu lalu sempat memerintahkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku opertator kompetisi untuk menerapka VAR di Liga 1. Hal itu guna meminimalkan kesalahan-kesalahan yang terjadi di setiap pertandingan.

Bahkan, terkait hal ini, PSS sendiri sudah melaforkan ke Federasi Sepak Bola Dunia dalam hal ini FIFA. Namun, lantaran ada beberapa kendala, perencanaan ini urung diterapkan.(gie/fin/wsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here