Pria Berseragam Taxi yang Jenazahnya Ditemukan di Jurang Itu Tewas Dibunuh, Ini Rupanya Motifnya

350
Kapolres Garut menunjukkan kedua pelaku dan barang bukti saat koferensi pers

GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut berhasil mengungkap pelaku pembunuhan pengemudi online yang jenazahnya ditemukan di jurang, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Garut pada (2/2/2019) lalu.

Polres pun berhasil mengungkap motif dari pembunuhan tersebut. Dan dari hasil pengembangan itu Polres menangkap dua orang pelaku pembunuhan.

“Kedua orang yang berinisial JS alias Keling dan D alias Abang kita tangkap di dua lokasi berbeda. Abang kita tangkap di Pasirkoja Bandung, sedangkan Keling kita amankan di daerah Gilimanuk saat hendak kabur ke Bali,” kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Senin (18/2/2019).

Keling dan Abang, kata Kapolres, melakukan aksi pembunuhan secara berencana terhadap Yudi alias Jablay (27), warga Cibuntu Selatan, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Cipari, Kota Bandung.

“Aksi pembunuhan ini dilakukan secara berencana karena keduanya terlilit utang. Aksinya diawali dengan berpura-pura sebagai konsumen untuk menjemput rekan-rekannya para tersangka dari Pasirkoja Kota Bandung menuju Kecamatan Cikajang Garut,” katanya.

Proses pemesanan sendiri dilakukan secara offline. Korban pun kemudian melakukan perjalanan dari Bandung menuju Garut bersama kedua tersangka.

Ketika sampai di Kampung Cibunar, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, para tersangka melakukan penganiayaan dengan cara mencekik dan memukul korban dengan tangan kosong.

“Pelaku juga membacok bagian wajah korban menggunakan kampak hingga mata korban keluar. Setelahnya, korban pun digilas mobil sampai meninggal dunia lalu diseretnya dan kemudian dibuang mayatnya ke sebuah jurang di kawasan Cikajang,” ungkapnya.

Setelah membuang mayat korban, para pelaku mengambil barang-barang milik korban, mulai dari mobil, STNK, serta dua buah hape milik korban.

“Untuk mobil kemudian dibawa kabur kedua tersangka ke daerah Subang dan dijualnya kepada seseorang dengan panggilan AKI yang saat ini masih DPO, sebesar Rp 13.400.000. Untuk HP dijual ke sebuah counter di Pasirkoja sebesar Rp 1.350.000,” ucapnya.

Terungkapnya kasus ini sendiri setelah pihaknya menerima laporan ada penemuan mayat di wilayah Cikajang dan langsung melakukan penyelidikan. Saat itu berdasarkan keterangan dari masyarakat, ada yang sempat membantu mendorong mobil yang mogok dengan ciri-ciri yang sama dengan kendaraan yang digunakan korban.

“Masyarakat ini juga mengetahui orang yang ada di dalam mobil sehingga penyelidikan semakin mengkerucut. Kita pun langsung melakukan pengejaran setelah memiliki dua alat bukti yang menguatkan,” katanya.

Kedua tersangka sendiri akhirnya bisa diamankan pada Minggu (17/2/2019). Aksi penangkapan ini dilakukan bersama tim dari Polda Jabar.

“Seorang tersangka sempat mau kabur ke Bali. Tapi langsung dikejar dan sebelum sampai di Bali kita sanggong di jalan. Para pelaku ini sempat melawan sehingga kita berikan tindakan yang terukur,” sebutnya.

“Karena perbuatannya, para pelaku kita ancam pasal berlipat. Minimal hukuman 15 tahun penjara. Maksimal hukuman mati,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah korban ditemukan di sebuah jurang di Kampung Renteng, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Garut oleh seorang penyabit rumput.

Korban saat itu ditemukan dengan menggunakan seragam taxi. Pada tubuh korban ditemukan banyak luka dan tanda kekerasan. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here