Polri Akui Ada Pontensi Rusuh Pada 22 Mei

204
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (dok. jawapos.com)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Polri menyebut adanya potensi kerusuhan saat penetapan hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah satu sebabnya ditengarai karena Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memutuskan menolak hasil yang akan diumumkan pada Rabu (22/5) mendatang. Penolakan ini bisa memicu pergerakan massa.

“Potensi kerusuhan ada, tapi semua sudah di maping oleh Polda Metro Jaya, dan kita juga sudah melakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi secara persuasif. Jadi, semuanya sudah kita disiapkan,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Kamis (16/5).

Sebagai langkah antisipasi, Polda Metro Jaya yang diberikan tugas pengamanan telah menyiagakan sebanyak 32 ribu personel gabungan.

Dodi mengatakan ancaman kerusuhan datang dari berbagai arah. Bukan hanya terkait isu akan adanya aksi masa besar-besaran terkait hasil Pemilu, tapi ancaman lain seperti aksi terorisme pun bisa terjadi. Terlebih, beberapa terduga teroris yang ditangkap mengindikasikan akan melakukan amaliyah saat aksi demo di 22 Mei.

“Setiap bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terus digiatkan, salah satunya upaya penegakan hukum aksi terorisme yang menjadi musuh kita bersama. Karena, bukan tidak mungkin potensi kerusuhan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok tersebut,” tutur Dedi.

“Saat ini sudah puluhan pelaku teroris kita tindak, dan terakhir di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan itu tidak berhenti disana, karena saat ini petugas pun masih terus memburu pelaku lainnya demi terciptanya situasi yang kondusif, sehingga masyarakat pun tenang menjalani aktifitasnya,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Irjen Condro Kirono menjamin penetapan hasil Pemilu oleh KPU berlangsung aman dan damai. Namun bukan berarti pihak TNI-Polri mengendurkan pengawasan, terutama di media sosial.

“Kami menjamin keamanan penetapan Pemilu 2019. Dan saat pelaksanaan nanti, kami pun telah menyiapkan kekuatan maksimal sudah disiagakan juga di Jakarta, kemudian di objek-objek vital. Namun itu untuk antisipasi,” kata Condro kepada wartawan di Hotel Grand Paragon, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis (16/5).

Condro mengatakan, demi menciptakan siatuasi yang aman Polri memiliki tim cyber crime yang terus berpatroli dan mengidentifikasi provokasi-provokasi di media sosial. Sehingga dia mengimbau masyarakat tetap tenang karena TNI dan Polri memberikan jaminan keamanan.

“Masyarakat harus tetap tenang. Tetap jalankan aktivitas seperti biasa. Polri, TNI, memberikan jaminan keamanan. Dan saya yakin seluruh warga negara dan bangsa Indonesia, tidak ingin terpecah belah. Ingin tetap ada persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Condro membenarkan adanya informasi yang beredar di media sosial soal kedatangan massa ke Jakarta. Condro pun mengimbau pihak yang berbeda pilihan tetap damai dan bersaudara.

“Ya, itu kan informasi itu kan di media sosial. Oleh karena itu ini kan kita melakukan rapat koordinasi tim terpadu penanganan konflik sosial. Kita selama ini proses pemilu di daerah-daerah berjalan dengan aman, dengan damai,” jelasnya.

“Yang berbeda pilihan, itu juga mereka memahami mereka berbeda pilihan, tapi mereka tetap bersaudara. Itu seperti itu,” sambung Condro. (Mhf/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here