Polres Garut Siapkan Personel Bersenjata Lengkap

81
Apel pasukan jelang Pemilu 17 April, di Mapolres Garut, Senin (15/4). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Kepolisian Resor Garut menyiapkan pasukan khusus yang dilengkapi dengan senjata api laras panjang. Hal tersebut dilakukan untuk pengamanan selama pelaksanaan Pemilu 2019 untuk memberikan rasa nyaman hingga pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan sukses.

“Ada personel bersenjata dari Satuan Brimob dan juga Sabhara,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna usai gelar pasukan pengamanan Pemilu 2019 di Mapolres Garut, Senin, (15/4).

Ia menuturkan, Polres Garut mengerahkan 1.012 personel untuk pengamanan pemilu dibantu prajurit TNI, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang disiagakan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sedangkan pasukan khusus yang dilengkapi senjata api, kata dia, sifatnya siaga secara berkelompok yang sewaktu-waktu akan diterjunkan apabila terjadi gangguan keamanan dalam pelaksanaan pemilu.

“Mereka yang bersenjata itu berkelompok, ada yang di sini (perkotaan) dan di daerah selatan,” katanya.

Kapolres menyampaikan, personel bersenjata itu tidak disiagakan di TPS, melainkan patroli atau bergerak ke satu tempat ke tempat lainnya.

Ia menambahkan, jajaran Polres Garut maupun TNI dan unsur keamanan lainnya sudah siap untuk menjaga pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019 agar berlangsung aman dan sukses.

Pola pengaman, kata dia, dilakukan dengan mengerahkan semua personel dari berbagai satuan untuk menjaga di gudang logistik, pendistribusian logistik, sampai dengan penghitungan suara.

“Rawan tidak rawan kita tetap siap siaga. Strateginya sudah disiapkan,” ungkapnya.

Kapolres juga menyebut bahwa para petugas yang dibackup anggota Polda Jabar tersebut, rencannya akan disebar di 42 kecamatan serta 33 kepolisian sektor yang tersebar di Garut.

“Jangan lengah, jangan pula acuh silahkan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat,” ujar Budi mengingatkan anak buahnya.

Dalam kesempatan itu, Kapoles juga menyampaikan himbauan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian, agar seluruh personil yang diterjunkan, tetap menjaga koordinasi dengan seluruh penyelenggara pemilu.

“Ada keterbukaan yang mungkin masyarakat tidak tahu seluruhnya,” kata dia.

Salah satunya terkait batas akhir pencoblosan yang dilaksanakan hingga pukul 13.00 siang. Menurutnya kondisi itu dikhawatirkan menimbulkan masalah, bagi warga yang belum memberikan hak pilihnya.

“Selama mereka daftar dibawah jam 13.00, meskipun dapat nomor antrian 100 misalnya, maka habiskan hingga mereka selesai,” kata dia.

Untuk itu, ia berharap panitia pencoblosan bisa bersikap bijak, dengan memberikan kesempatan pencoblosan bagi mereka hingga usai. “Kecuali kalau yang daftar di atas itu tidak boleh diterima lagi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, untuk menciptakan kondisi yang kondusif, seluruh anggota yang telah mendapatkan plotingan wilayah TPS yang akan diamankan, terus meningkatkan kesiagaannya.

“Jangan pernah tolerir ancaman teror, jadilah intel untuk dirinya sendiri, karena seluruh anggota polri dibekali itu,” ujar dia berpesan.

Bagi masyarakat yang akan memberikan hak pilihnya, tetap tetang dan selalu menjaga kondusifitas di lingkungannya masing-masing. “Kita telah melarang masyarakat membawa senjata tajam ke lokasi TPS,” katanya. (igo) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here