Polres Garut Buru Geng Bermotor Pembacok Warga

79
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna

Identitas Pelaku Sudah Dikantongi

RadarPriangan.com, GARUT – Kepolisian Resor Garut saat ini tengah menerjunkan tim untuk memburu berandalan bermotor yang telah menganiaya dua warga di Bayongbong pada Minggu (21/7). Pihak kepolisian sendiri mengaku sudah mengetahui identitas berandalan bermotor yang telah menganiaya warga menggunakan senjata tajam itu.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebut bahwa berdasarkan informasi sementara pelaku penganiayaan datang dari luar Garut melalui jalur selatan untuk berwisata.

“Saat pulang mereka menggunakan jalur Cikajang melalui kota Garut. Nah begitu di sekitar lokasi kejadian mereka melakukan penganiayaan kepada dua warga,” ujarnya, Senin (22/7).

Budi menyebut bahwa pihaknya belum bisa memastikan bahwa pelaku penganiayaan berasal dari salah satu geng. “Sementara pelakunya berandalan bermotor yang tidak dikenal,” katanya.

Pihaknya saat ini tengah melakukan pendalaman kasus penganiayaan tersebut dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Selain itu juga ia memastikan bahwa timdari Polres sudah bergerak di lapangan guna mengejar pelaku penganiayaan agar segera diamankan.

“Kita akan berusaha agar pelakunya segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum,” ucapnya.

Sebelumnya, dua warga Kabupaten Garut menjadi korban pembacokan berandalan bermotor di wilayah Kecamatan Bayongbong. Akibatnya mereka mengalami luka serius akibat sabetan benda tajam yang digunakan oleh para pelaku.

Komandan Koramil Bayongbong, Kapten Infanteri Jaja mengatakan, peristiwa pembacokan terjadi Minggu (21/7) menjelang adzan Isya. Pembacokan tersebut terjadi di jalan raya Bayongbong-Garut, Kampung Padarek, Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong.

“Ada dua warga yang menjadi korban, yaitu seorang pedagang atas nama Gunawan, 20, warga Bayongbong dan seorang buruh atas nama Debi Maulana, 18, warga Wanaraja. Bagian tangan korban mengalami luka sayatan benda tajam yang cukup dalam,” katanya, Minggu (21/7).

Berdasarkan keterangan dari kedua korban, kata Jaja, Gunawan dan Debi tengah nongkrong di sekitar lokasi kejadian. Beberapa saat setelahnya, sekelompok orang yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua datang dari arah Cikajang menuju Garut.

“Jadi mereka ini konvoi. Jumlah motornya diperkirakan mencapai 50 kendaraan,” jelasnya.

Pada saat melewati tempat kedua korban nongkrong, ungkapnya, puluhan motor tersebut tiba-tiba berhenti dan turun dari kendaraannya. Sambil membawa senjata tajam, mereka pun langsung melakukan aksi penganiayaan kepada warga yang sedang nongkrong di pinggir jalan dan menyebabkan luka sabetan benda tajam.

Ia menyebut bahwa pelaku penyerangan belum diketahui identitasnya karena kejadian berlangsung cepat. “Jadi setelah membacok itu mereka langsung kabur,” ucapnya.

Meski demikian, ungkap Jaja, pihak kepolisian langsung berupaya melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Sedangkan para korban saat ini sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Bayongbong. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here