Polisi Tetapkan Hamdani Tersangka Kasus Makar dan Penistaan Agama

177
AKP Maradona Mafaseng

RadarPriangan.com, GARUT – Setelah pihak Kepolisian Resor Garut melakukan pemeriksaan intensif kepada Hamdani yang diketahui merupakan sosok dibalik beredarnya selebaran pengakuan Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah, Hamdani ditetapkan sebagai tersangka. Ia dikenakan pasal penistaan agama dan makar.

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Pasal yang kita terapjannya adalah makar dan penistaan agama,” kata Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, Senin (17/6).

Maradona menyebut, setelah Hamdani ditetapkan sebagai tersangka pihaknya terus melakukan pemeriksaan, termasuk kepada sejumlah saksi. Dalam pemeriksaan sendiri, hingga saat ini Hamdani mengakui bahwa Sensen Komara adalah Rasul Allah, Presiden Pusat RI dan Imam NII.

“Hamdani ini memang mengakui Sensen Komara sebagaimana dituliskan dalam selebaran. Kita terus periksa apakah kemudian berkaitan atau bagaimana. Nanti akan kita sampaikan hasil pemeriksaan lengkapnya seperti apa,” katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Garut akhirnya menangkap Hamdani, sosok yang diduga sosok di belakang menyebarnya selebaran dan surat pengakuan Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

Ia diketahui ditangkap di rumahnya di Kampung Saga, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

“Sudah diamankan kemarin di wilayah Polsek Caringin,” kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Minggu (16/6) usai memberikan bantuan sosial di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Kapolres menyebut bahwa penangkapan terhadap Hamdani dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya sebaran selebaran dan surat pengakuan tentang warga di Kecamatan Caringin yang mengakui Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

“Usai menerima laporan kita langsung mengamankan sosok yang diduga menjadi aktor tersebarnya selebaran dan surat tersebut. Namun kita masih melakukan pemeriksaan kepada Hamdani untuk lebih mendalaminya. Termasuk juga memeriksa adanya penodaan agama,” katanya.

Kasus penodaan agama yang terjadi, disebut Budi memiliki keterkaitan dengan kasus serupa setahun yang lalu. Pihaknya sendiri sengaja langsung mengamankan Hamdani untuk mengantisipasi kemungkinan adanya reaksi masyarakat yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas keamanan Kabupaten Garut, khususunya di sekitar tempat tinggal Hamdani di Kecamatan Caringin.

“Ada bukti otentik selembar kertas yang mendeklarasikan masyarakat seputar Caringin mengakui Sensen sebagai rasul dan lainnya. Ini sedang kami dalami, apakah semua waras atau tidak. Yang mendeklarasikan adalah pengikut Sensen (Hamdani aktornya). Saya perintahkan Kasat Reskrim untuk mengamankan untuk mengantisipasi potensi konflik,” jelasnya.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan Hamdani memenuhi unsur penodaan agama, menurut Kapolres maka ancaman yang dihadapinya adalah kurungan lebih dari 4 tahun. Namun ia menyebut bahwa penulis selebaran dan surat pengakuan belum diamankan karena diduga yang memerintahnya adalah Hamdani. “Kalau ada perkembangan kita amankan,” ucapnya.

Untuk Sensen Komara, menurut Kapolres kasusnya sudah berlangsung sejak lama, namun pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali. Namun ia menjelaskan, saat Sensen terjerat kasus yang sama pihak kedokteran menyatakan bahwa ia mengalami sakit jiwa.

“Saran dari kepolisian (saat itu) Pemda ikut bantu rehabilitasi, jadi agar tidak terjadi lagi,” ungkapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here