PKL Tetap Dilarang Jualan di Pengkolan

105
Para PKL mendatangi Bupati Garut di Pendopo, Rabu (10/7) yang tetap meminta agar diperbolehkan berjualan di Pengkolan. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Bupati: Masyarakat Sudah Marah

RadarPriangan.com, GARUT – Para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ahmad Yani meminta Pemkab Garut bisa mengizinkan sementara untuk berjualan di Jalan Ahmad Yani. Hal tersebut seiring keinginan untuk revitalisasi Gedung PKL dari PKL.

“Gedung PKL saat ini kurang representatif, kami sudah mencoba delapan bulan tapi hasilnya anjok. Makanya kami minta di sana dulu,” kata Ketua Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) Tatang saat ditemui di Pendopo Garut, Rabu (10/7).

Menurutnya, ada sekitar 800 lebih PKL yang kehilangan mata pencaharian akibat dilarang berjualan. Pemkab sudah meminta pedagang pindah ke Gedung PKL 1 dan 2. Namun para PKL menolak karena omzet yang didapat menurun drastis.

“Harus ada uji kelayakan dulu dari dinas terkait soal Gedung PKL ini. Dulu kan sudah pernah ditempatin delapan bulan. Tapi tidak menguntungkan,” ucapnya.

PKL berharap ada kebijakan dari bupati untuk kembali berjualan di Pengkolan. Tatang pun tak merasa melanggar Perda K3 (kebersihan, ketentraman, dan keindahan).

“Harus ada aturan baru soal Pengkolan ini. Bukan revisi aturan. Kalau diterapkan Perda K3, semua PKL yang ada harusnya kena,” katanya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menegaskan pihaknya tidak akan memberi keleluasaan bagi PKL berjualan di Jalan Ahmad Yani. Namun, pihaknya memberi opsi untuk membolehkan berjualan di Jalan Siliwangi, Jalan Ciledug dan Jalan Ahmad Yani Timur dengan catatan pedagang memberi ruang untuk pejalan kaki dan tidak mengganggu lalu lintas.

“Masyarakat sudah marah, jadi seolah-olah pemerintah daerah tidak berdaya. Kalau dari Asia ke situ silakan (Jalan Ahmad Yani Timur, red), Jalan Siliwangi dan Ciledug boleh, Sumbersari sampai Karangpawitan boleh. Jalan Ahmad Yani gak boleh,” tegasnya.

Rudy mengaku sempat memberikan keringanan bagi PKL untuk berjualan di kawasan Pengkolan dengan catatan tidak menggunakan tenda, namun para PKL tetap membandel.

Enggan mendapat kritik dari banyak pihak termasuk masyarakat, Bupati yang mengaku sempat dimarahi dengan kata-kata kasar atau kata-kata hewan kali ini tidak mau memberi toleransi bagi PKL berjualan di Zona Merah. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here