Perusuh Ajak Massa Serang Jokowi di Johar Baru

79
Para tersangka kerusahan Jakarta pada aksi 22 Mei. (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Sebanyak 257 tersangka kerusuhan diamankan aparat Polda Metro Jaya. Selain membuat rusuh, mereka juga berencana menyerang Presiden Joko widodo saat memberi pidato di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Total 257 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kerusuhan yang terjadi di tiga lokasi berbeda pada Rabu (22/5) dinihari. Beberapa orang di antaranya terindikasi sebagai provokator.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membeberkan 257 tersangka perusuh yang ditangkap. Sebanyak 72 tersangka diamankan karena melawan petugas dan melakukan perusakan di Bawaslu. Kemudin, di Petamburan sebanyak 156 tersangka yang melakukan pembakaran dan penyerangan. Sementara di Gambir, sebanyak 29 tersangka yang menyerang asrama dan Polsek Gambir.

Dalam aksi kerusuhan, mereka menginformasikan pada peserta lainnya melalui grup WhatsApp (WA).

“Provokator mengunggah kata-kata di WA (WhatsApp) grup: ‘persiapan buat perang, yang lain mana?’,” kata Argo saat jumpa pers di kantornya, Rabu (22/5).

Selain itu, Argo menjelaskan, di grup WA tersebut juga dijelaskan informasi kerusuhan sudah sampai Tanah Abang dan telah terjadi bakar-bakaran. Bahkan mereka juga memantau keberadaan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato menanggapi hasil rekapitulasi KPU di Kampung Deret Johar Baru, Jakarta Pusat.

“‘Live Kompas, Jokowi di Johar, ayo kita serang’. Provokator yang lakukan,” ungkap Argo.

Dijelaskan Argo, aksi massa yang membuat kekacauan memang telah di-setting atau direncanakan.

“Kerusuhan sudah direncanakan, ada yang biayai, persiapan barang-barang seperti batu, busur sudah tertata di pinggir jalan. Massa datang sudah siap. Kita cari siapa yang siapkan,” jelasnya.

Untuk itu, Argo mengimbau agar masyarakat jangan terpengaruh ajakan yang melanggar undang-undang. Orangtua dan keluarga juga diminta untuk memperhatikan anak-anaknya. “Orangtua harus cek pergi kemana, berapa lama biar jelas,” tutupnya.

Selain mengamankan 257 tersangka, polisi juga menyita barang bukti, berupa petasan, beberapa handphone, celurit, bendera hitam, busur panah, bom molotov, amplop berisi uang tunai Rp 200-500 ribu plus tertulis nama penerima. Ada juga uang Rp 5 juta rupiah untuk operasional.(mhf/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here