Perjalanan Umrah Kini Diawasi Ketat

136
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim

Bandara Soetta Resmikan Pos Pengawasan Terpadu Umrah

RadarPriangan.com, JAKARTA – Meski kondisi perekonomian saat ini cenderung lesu, namun animo masyarakat untuk menjalankan ibadah umrah masih tinggi. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim mengaku, bahwa tiap tahun jumlah jemaah umrah Indonesia terus mengalami kenaikan. Di tahun 2018, total jemaah umrah Indonesia mencapai 1.050.000 orang. Terhitung hingga 25 April, sudah lebih 849.000 jemaah umrah.

Hal itu diungkapkan Arfi saat meresmikan pos pengawasan terpadu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (3/5).

Arfi menilai, pos pengawasan terpadu sangat dibutuhkan dalam kelancaranperjalanan jamaah umrah. Salah satunya di Bandara Soetta yang posisinya sangat strategis. Ini disebabkan, hampir 60 persen keberangkatan umrah dari tempat ini.

“Pelayanan terpadu di Bandara Soetta ini, akan menjadi rintisan di bandara internasional lainya,” jelasnya.

Lebih jauh, Arfi menambahkan, pos pengawasan akan dilayani setiap hari oleh petugas dari Ditjen PHU, Kanwil Kemenag DKI Jakarta, serta Kanwil Kemenag Banten. Pengawasan dilakukan di tempat yang telah disediakan dan difasilitasi Angkasa Pura 2. Yakni di pintu masuk keberangkatan Terminal 3 Internasional Bandara Soetta.

Arfi menambahkan, dengan adanya pos terpadu, pihaknya akan melakukan pengecekan semua Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memberangkatkan jemaah. Ia menjelaskan, ada lima aspek yang dilakukan pengecekan . Diantaranya; Laporan jumlah jemaah per PPIU, Tiket keberangkatan dan kepulangan, Paspor dan visa, Atribut PPIU dan otensi kasus keberangkatan jemaah umrah oleh Non PPIU.

“Setiap PPIU yang akan memberangkatkan jemaah, wajib memberikan laporan kepada Kemenag. Posko ini juga akan fokus pada pengawasan kemungkinan adanya Non PPIU yang memberangkatkan jemaah dan itu akan segera dilakukan penindakan, tegasnya.

Sementara, Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Nur Aliya Fitra mengatakan bahwa proses pengawasan ini akan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan sepanjang tahun.”Ini tiap hari dilaksanakan, nanti ada shift dari petugas kami,” lanjutnya.

“Jika ada pelanggaran, maka tim pengawasan terpadu ini akan turun bersama untuk melakukan penanganan dan penyelesaian kasus, termasuk bagi Non PPIU yang memberangkatkan jemaah, akan dicatat dan ditindak tegas” lanjutnya.

Pada musim operasional haji, lanjut Nafit, posko pengawasan terpadu ini tetap beroperasi sebagai tempat pengawasan terpadu bagi jemaah haji khusus.

Sementara, Deputy Ekskutif GM Airport Services Fasility Angkasa Pura 2 Eko Prihadi mengatakan, pihaknya tengah merencanakan basic desain pembangunan semacam umrah dan haji lounge. “Insya Allah, bulan ini kita rampungkan,” terangnya.

“Kami akan terus bantu proses pengawasan, baik dari Kemenag maupun instansi lainnya. Sinergi ini semoga bisa berjalan baik dan kami siap lakukan perbaikan di masa mendatang,” sambungnya sembari menambahkan inisiatif Angkasa Pura yang mulai menyiapkan fasilitas untuk pengawasan terpadu.(fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here