Peristiwa di Malaysia Bukan Kali Pertama

157
Bawaslu menggelar konfrensi pers, Kamis malam (11/4), terkait adanya surat suara tercoblos di Malaysia. (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) membenarkan, dalam pemetaan kerawanan, pemilih melalui pos lebih tinggi potensi kerawanannya. Dalam pemilu sebelumnya, banyak surat suara yang diduga belum sampai ke pemilih tetapi sudah dikembalikan ke KBRI.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menerangkan, jika kejadian di Malaysia adalah benar, peristiwa ini bukan kali pertama. Meski tidak sama persis, tetapi kejadian tindak kecurangan pernah terjadi. Dalam pemetaan kerawanan kami, kerawanan pemilih di pos lebih tinggi dibanding yang lain.

“Apakah surat suara sampai ke po boks atau ke alamat yang bersangkutan? Isu penyimpangan jadi isu yang sangat penting,” ujarnya.

Afif menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan bimbingan teknis untuk PPLN dan Panwas di luar negeri. Bahkan di beberapa titik seperti di Newyork, Taipei, pengawas luar negeri merekomendasikan adanya barcode. Karena kuasa untuk memberikan logistik pengecekan, berada di PPLN.

Ia menegaskan pihaknya sudah berulang kali bertanya kepada Panwas di Malaysia, apakah surat suara itu untuk pos. Afif memastikan surat suara tersebut adalah untuk pemilih yang mengunakan jalur pos. Ia ingin memastikan, surat suara bisa keluar dari KBRI dan tidak dikirim ke alamat pemilih.

“Apakah peristiwa tadi terjadi? Ya. Tapi apakah surat suara dan lain-lain (masih-red) dalam keterangan konfirmasi. Inilah yang sedang kami gali keterangan bersama KPU untuk memastikan surat suara tersebut adalah yan diproduksi KPU atau bukan, terangnya,” di Kantor Bawaslu, Kamis (11/4).

Menurutnya, surat suara pemilihan di Malaysia terbesar itu dicoblos melalui pos. Sedangkan metode KSK dan TPS lebih sedikit. Afif mengatakan, ada potensi dalam tindak kerawanan di sini. Sehingga Bawaslu akan memastikan, apakah dalam prosesya ada hal-hal yang dilanggar.

Afif merinci, pemilih pos di Malaysia berjumlah 319.293 pemilih. Sedangkan pemilih yang menggunakan KSK 112.536 dengan jumlah KSK 376. Dan pemilih yang di TPS, hanya 127.044 dengan 255 TPS yang akan nyoblos pada 14 April.

Jadi apa yang kami lakukan besok memastikan informasi-informasi tersebut. KPU bilang kalau sebenarnya penyimpanannya di KBRI. Terus rumah ini tempat siapa, bagaimana keluarnya surat suara ini jika semua surat suara itu asli dari yang dicetak oleh KPU. “Jika kemudian ditemukan bukti lain maka kami akan sikapi sesuai dengan aturan dan UU yang berlaku,” tegasnya.

Di tempat sama, Komisioner KPU Hasyim Ashari memastikan, 13 April mendatang, sudah ada sikap dari KPU dan Bawaslu tentang peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, pemilih yang menggunakan metode possudah dikirim lenih awal. Karena membutuhkan waktu untuk mengirim ke alamat yang sudah tersedia dalam daftar pemilih. Selain itu, membutuhkan waktu untuk mengirim balik ke penyelenggara pemilu atau PPLN.

Berdasarkan itu, maka kalau surat suara pos sudah dikirim. Statusnya mungkin masih berada dipegang pemilih. Belum dikirim balik karena batasnya sudah diterima sebelum tanggal 17. “Karena penghitungan suara LN tanggal 17,” ujarnya.

Ditanya apakah ada ciri khusus surat suara yang diproduksi KPU, Hasyim menyebut ada ciri khusus. Hanya saja, yang mengatahuinya adalah petugas KPU. Makanya nanti akan digunakan untuk mencocokkan. Apakah kemudian barang cetakan dalam video yang sudah ada tanda coblosnya itu betul produksi KPU atau tidak. Ini yang perlu kami klarifikasi. Karena kami melihatnya baru dari video,terang Hasyim kepada awak media.

Sementara itu, Komisioner KPU Viryan Aazis merinci, pemilih di PPLN Kuala Lumpur, tercatat laki-laki sebanyak 301.460 pemilih dan perempuan 257.413. Dengan total pemilih di Kuala Lumpur 558.873. Kemudian yang menggunakan jumlah pemilih TPS LN 127.044, dengan jumlah TPS sebanyak 255.

Selanjutnya, pemilih yang menggunakan KSK sebanyak 112.536 dengan jumlah KSK 376. Dan terakhir, total pemilih menggunakan metode Pos sebanyak 319.293 dengan total post 160. Jadi benar yang disampaikan oleh Pak Afif. Mayoritas pemilih di Kuala Lumpur itu menggunakan pos.

Hal lainnya adalah apakah surat suara tersebut tercoblos benar surat suara dari kita KPU, salah satunya nanti yang akan dicek apakah ada tanda tangan dari petugas kami. jadi setiap surat suara tentunya ada ditandatangan oleh petugas kami, tandasnya. (khf/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here