Peringatan KAA ke-64 Bakal Menyiapkan Agenda Meriah

178
BAKAL GEBYAR: Meinarti Fauzie, Kepala Museum KAA memastikan rangkaian acara peringatan KAA bakal meriah saat diskusi di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Selasa (16/4/2019).

RadarPriangan.com, BANDUNG– Guna mempe­ringati Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-64, Museum KAA sudah menyiapkan sejumlah acara. Bahkan, beberapa ke­giatan sudah lebih dulu ter­laksana sebagai bagian rang­kaian perayaan.

”Praeven sudah mulai sejak Maret dengan skala lebih ke­cil. Pada 10 Maret kita be­kerja sama dengan Mata Hati Indonesia nonton bareng penyandang disabilitas. Pada 26 Maret bersama IFI (Institut Francais Indonesia) mem­buat dongeng untuk siswa SD. Lalu 4 April kegiatan donor darah,” kata Meinarti Fauzie, Kepala Museum KAA di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Selasa (16/4/2019).

Meinarti memaparkan, ke­giatan akan berlanjut dengan pertemuan mahasiswa dari berbagai negara pada 24 April mendatang. Untuk acara ini, Museum KAA bekerjasama dengan Telkom University.

”Tanggal 24 nanti interna­tional student gathering. Kita undang 150 mahasiswa asing yang sedang menimba ilmu di Kota Bandung dan ada juga yang berasal dari kota lain. Kita undang Kemenlu dan Telkom University seba­gai narasumber,” jelasnya.

Kemudian Musem KAA bakal dibuka secara khusus di malam hari pada Jumat (26/4/2019). Menurut Mein­arti acara ini sangat istimewa sehingga hanya menyediakan waktu dan tempat yang ter­batas yakni hanya untuk 400 orang peserta saja.

Meinarti menerangkan, di acara jelajah museum ini para peserta wajib mengguna­kan busana klasik mirip pelaks­anaan KAA pada 1955 silam. Selain itu, urai dia, pengunjung akan diberi suguhan spesial pameran kisah bendera se­jumlah negara dari Afrika.

”Kuota 400 orang karena kita ingin memastikan pe­serta mendapatkan pemandu. Tahun ini kita kan buat su­asana redup, jadi peserta harus bawa senter sendiri. Lalu ada pameran temporer kisah bendera Afrika, karena 10 tahun setelah KAA itu ada 30 negara Afrika yang mer­deka,” bebernya.

Meinarti menyatakan, pi­haknya juga mengundang kehadiran saksi sejarah dari KAA 64 tahun lalu. Kisah soal para pemimpin negara yang berkumpul di Kota Bandung ini akan kembali dikuak pada Senin (29/4/2019).

Sebagai acara penutup, Mein­arti meyiapkan Bandung His­torical Study Games (BHSG). Yakni para peserta akan dia­jak berkeliling menyusuri sejumlah tempat bersejarah di Kota Bandung. Perjalanan ini akan diisi dengan tantan­gan yang suah disiapkan oleh panitia.

Rencananya, BHSG akan dimulai dari Gedung Dwi­warna, Jalan Diponegoro lalu berakhir di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika. Acara ini akan dilaksanakan pada Sa­btu (4/5/2019).

”Ada Bandung Historical Study Games, ada 100 relawan KAA terlibat, menjelajahi 19 titik sejarah di Kota Bandung. Spirit kami ingin melestarikan nilai Asia Afrika, dan nilai Dasasila Bandung. Kami gaungkan selalu setiap KAA. Di sini juga ada prinsip gotong royong dan kesetiakawanan,” bebernya.

Meinarti mengungkapkan pihak museum juga me­nyelenggarakan lomba membuat vlog kreatif yang berlangsung sejak 1-22 April. Peserta bisa menaut­kan videonya secara daring ke akun jejaring sosial twitter, instagram dan fan­page di @AsiAfricaMu­seum museum KAA dengan tema ’Aku dan Museum KAA’. (mg3/drx)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here