Pendukung Ervin Geruduk Kantor Gerindra Garut, Sebut Mulan Jameela Prekor

33
Sejumlah massa simpatisan Ervin Lutfi mengeruduk kantor DPC Partai Gerindra memprotes PAW oleh Mulan Jameela, Senin (23/9). (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Pencoretan dua kader partai Gerindra yang sempat lolos ke Parlemen sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024 oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra terus mendapat kecaman dari banyak pihak, khsusunya dari loyalis dan konstituen Ervin Luthfi. Dampak dari itu, sejumlah massa yang terdiri dari banyak elemen tokoh maupun organisasi masyarakat melakukan aksi di depan Kantor DPC Gerindra Kabupaten Garut, Senin (23/9) siang.

Keputusan DPP Gerindra tersebut membuat Mulan Jameela yang sebelumnya menang gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu akhirnya dinyatakan lolos sebagai Anggota Legislatif dari XI wilayah Garut, Tasik dan Tasikmalaya. Kebijakan tersebut kontan saja mendapat penolakan dari pihak Ervin maupun para loyalis dan konstituennya.

Dalam aksinya, massa tersebut menyampaikan tujuh tuntutan. Pertama, mendesak DPC Gerindra Kabupaten Garut supaya mengirimkan surat ke DPP untuk mendukung Ervin Luthfi sesuai dengan Undang-undang Pemilu. Kedua, meminta kepada DPP untuk mencabut penetapan Mulan Jameela. Ketiga, merehabilitasi nama baik Ervin Luthfi dan Fahru Rozi sebagai peraih suara ke-3 dan ke-4 atas pemecatan sebagai kader Gerindra.

Tuntutan keempat, mengembalikan posisi Ervin Lutfhi sebagai pemenang peraih suara ke-3 berdasarkan keputusan KPU RI untuk ditetapkan kembali menjadi anggota DPR RI periode 2019- 2024. Kelima, menolak keputusan KPU No.1341/ PL.01.9-Kpt/06/ KPU/IX /2019. Keenam, menolak pemecatan Ervin Luthfi dan Fahru Rozi karena bertentangan dengan AD/ART Partai Gerindra. Ketujuh, meminta sekjen DPR RI untuk menunda pelantikan Mulan Jameela sebab sedang dilakukan proses gugatan di PTUN dan bertentangan dengan Undang-undangan Pemilu.

“Kalau putusan ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk dalam demokrasi kita dalam politik kita, ini akan diikuti oleh partai-partai lain, makanya tidak boleh kita biarkan, masyarakat Garut harus bergerak semua untuk menyelamatkan demokrasi, untuk menyelamatkan partai politik untuk tidak melakukan kesewenang-wenangan,” kata Juru Bicara Ervin Luthfi, Dedi Kurniawan kepada wartawan di sela-sela aksi, depan Kantor DPC Gerindra Garut, Senin (22/9) siang.

Menyikapi hal tersebut, Dedi mengatakan, pihak Ervin sudah mendaftarkan gugatan ke PTUN di Jakarta. Gugatan tersebut terkait perubahan keputusan KPU yang dinilai hanya berdasar dari surat partai politik terkait pencoretan Ervin Luthfi sebagai kader DPP Gerindra.

Pihaknya sempat menanyakan alasan pemecatan Ervin kepada dewan kehormatan Gerindra, namun pihak yang ditanya kata Dedi mengaku tidak tahu soal pemecatan Ervin.

Lanjutnya, padahal dalam aturan partai, pemberhentian kader harus melewati Dewan Kehormatan Partai. Sementara Ervin dipecat secara sepihak.

“Di AD/ART itu mekanismenya harus ke dewan kehormatan dulu. Surat keputusan pemberhentian itu dilakukan sepihak oleh orang-orang kotor di Gerindra,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan KPU RI terkait penggantian Ervin dengan hanya berdasar pada surat dari partai dinilai melanggar hukum. “Enggak bisa KPU diintervensi hanya dengan surat dari partai. Padahal Ervin sudah sah menjadi anggota dewan,” katanya.

Jika tidak ada pergantian antar waktu oleh istri Ahmad Dhani itu, Ervin seharusnya bisa dilantik menjadi anggota DPR RI pada 1 Oktober.

“Penetapan dari KPU itu berdasarkan undang-undang. Tidak boleh bertentangan dengan undang-undang. Keputusan penggantian itu sudah batal demi hukum,” katanya.

“Jadi buat apa KPU buat aturan kalau bisa diganti. Buat apa ada pemilihan kalau ujungnya partai yang menentukan si calon yang akan masuk,” pungkasnya.

Aksi tersebut diwarnai banyaknya spanduk bertuliskan beberapa tuntutan massa. Tidak hanya itu, beberapa spanduk juga mencibir artis sekaligus istri Ahmad Dhani itu dengan kata-kata ‘Dulu Pelakor sekarang Perekor Perebut Kursi Orang’. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here