Pendaftaran Pemain Liga 1 Diundur

154
istimewa

Perusahaan e-Commerce Jadi Sponsor

RadarPriangan.com, JAKARTA – Mundurnya jadwal Liga 1 ternyata tidak hanya menyisakan efek negatif saja untuk 18 klub peserta. Tapi ada hal yang sangat positif dan menguntungkan. Salah satunya adalah mundurnya jadwal dari 8 Mei menjadi 15 Mei membuat pendaftaran pemain untuk Liga 1 juga mundur.

Seperti yang dikatakan oleh Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra. Dia membenarkan jika pendaftaran pemain mundur. Dari yang awalnya terakhir adalah pada 9 Mei, mundur menjadi 22 Mei.

Namun, jadwal mundur itu tidak untuk semua pemain. hanya untuk pemain lokal saja. artinya, 18 kontestan Liga 1 masih bisa berburu pemain sampai 22 Mei. Sedangkan untuk pemain asing tetap terakhir didaftarkan adalah 9 Mei.

“Kenapa hanya pemain lokal? Karena kalau pemain asing kan berhubungan dengan TMS (Transfer Matching System). Jadi tidak bisa dimundurkan,” bebernya.

Asep menegaskan kalau desakan agar pendaftaran pemain itu mundur bukan dari kemauan LIB. Melainkan 18 kontestan pada managers meeting di Hotel Sultan selasa (7/5) kemarin. Hal tersebut cukup berasalan karena banyak kontestan yang menganggap mundurnya jadwal berarti mundur pula pendaftaran pemain. “Sebelum-sebelumnya memang dua minggu setelah kick-off, musim ini satu minggu setelah kick-off. Jadi ya sudah kesepakatan bersama,” paparnya.

Dia menambahkan sejauh ini 18 kontestan Liga 1 sudah mendaftarkan 80 persen pemainnya. Artinya, sudah hampir sempurna. Baik pemain lokal ataupun asing.

Asep juga tidak menampik jika memang ada beberapa klub yang masih dalam proses perburuan pemain. Mundurnya pendaftaran Liga 1 diharap bisa dimanfaatkan dengan betul utnuk melengkapi skuad. Juga diharap bisa memenuhi seluruh standar yang sudah ditetapkan.

Standar itu adalah setiap tim harus mendaftarkan 7 pemain usia di bawah 23 tahun. Hal tersebut adalah sebuah kewajiban bagi 18 klub Liga 1. Kewajiban yang benar-benar mutlak dan tidak bisa diubah-ubah. “Tapi tidak ada kewajiban untuk memainkan pemain itu dalam pertandingan,” bebernya.

Untuk pemain asing sendiri, pria yang juga pernah jadi pengawas pertandingan pada Piala AFC 2018 tersebut menambahkan proses verifikasi musim ini diurus PSSI. artinya, LIB sudah tidak lagi cawe-cawe terkait pemain asing. Namun, di menambahkan PSSI tetap menerapkan standar yang sama seperti Liga 1 musim lalu untuk pemain asing. Terutama berbicara mengenai strata pemain asing tersebut. “Ketika didaftarkan ke kami nanti surat verifikasi itu harus ada. Jadi tidak sembarangan, kalau belum dapat verifikasi PSSI ya tidak bisa,” ucapnya.

Asep menjelaskan untuk musim ini, sama halnya musim lalu seluruh kontestan Liga 1 memakai jasa pemain asing. Namun jumlahnya setiap tim berbeda-beda. ada yang melengkapi 4 pemain asing, ada yang hanya tiga saja.

“Ya itu kan tidak kami wajibkan. Yang jelas untuk kuota 3+1, boleh dipakai semua boleh tidak, tegasnya. “Dan satu tim total hanya boleh mendaftarkan 30 pemain saja,” lanjutnya.

Disisi lain Arema FC memeilih tidak memanfaatkan mundurnya deadline pendaftaran pemain lokal. Tim berjuluk Singo Edan tersebut sudah mantab mengarungi kompetisi Liga 1 dengan komposisi yang ada saat ini. Bahkan mereka sudah memperkenalkan 30 penggawanya pada launching tim 4 Mei lalu. “Pemain kami sudah cukup, mereka bagus semua dan saya yakin kepada mereka,” ucap pelatih Arema FC Milomir Seslija.

Hal senada juga terjadi pada Persib Bandung. Saat ini mereka sudah mengantongi 29 nama untuk berlaga di Liga 1. Mereka hanya menunggu proses naturalisasi Fabiano Beltrame yang belum rampung. “Sudah ada 30 pemain. Kalau naturalisasi Fabiano ditolak baru akan kami pikirkan,” tutur pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts.

Jika kedua tim itu tidak memanfaatkan mundurnya pendaftaran pemain, hal berbeda justru terjadi di Bhayangkara FC. Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji menuturkan bersyukur jika pendaftaran pemain lokal diundur. “Kami bisa berburu 1 pemain lagi, karena masih ada sisa satu slot,” ucapnya.

Sementara itu, terkait sponsor, salah satu sumber internal di LIB menyebut Shoppee sudah setuju untuk jadi sponsor utamanya. Bahkan, nama kompetisi pun juga ada nama perusahaan ecommerce tersebut. Direktur Utama Sementara LIB Dirk Soplanit pun tidak menampik jika memang ada perusahaan ecommerce yang akan jadi pengganti Go-Jek musim lalu. “Ya benar. Tapi siapanya ditunggu saja, yang jelas kalau sudah launching pasti mengerti semuanya,” bebernya. (rid/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here