Pemkab Garut Fokus Perbaikan Gizi Balita

83
Rudy Gunawan, Bupati Garut

Kasus Stunting di Garut Terbesar di Jabar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut akan menangani kasus stunting atau gagal tumbuh pada tahun ini. Jumlah stunting di Garut sendiri diketahui merupakan yang terbesar di Jawa Barat, di mana sebanyak 43,2 persen balita di Kabupaten Garut mengalami stunting. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di Jawa Barat dibanding daerah lain.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menuturkan Pemprov Jawa Barat sudah memberikan dana bantuan penanganan stunting. Dana bantuan sebesar Rp 100 juta itu akan digunakan untuk perbaikan gizi.

“Hanya Rp 100 juta untuk stunting. Kami ajukannya besar, mungkin ada kesalahan. Dana yang ada akan kami pakai secara maksimal,” ucap Rudy, Jumat(1/3).

Selain dana Rp 100 juta dari APBD Provinsi, Pemkab Garut juga menggelontorkan dana sebesar Rp 400 juta. Rudy juga memperkirakan, anggaran penanganan stunting akan ada tambahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

“Mungkin dari Dinkes provinsi ada tambahan lagi. Soalnya anggaran bantuan yang ada itu hanya Rp 100 juta. Padahal kan dari data itu, stunting di Garut paling tinggi,” ujarnya.

Dari data Dinkes Provinsi Jabar, stunting di Garut pada 2016 sekitar 24,9 persen. Peningkatan terjadi pada 2017 menjadi 43,2 persen. Padahal persentase stunting di Jawa Barat hanya sebesar 29,2 persen.

Tingginya kasus stunting karena bayi tak mendapat asupan gizi yang cukup. Salah satunya karena tak mendapat ASi saat usia 0 sampai 6 bulan.

Rudy mengaku serius untuk menangani masalah stunting. Gizi para balita akan diperhatikan.  “Stunting akan jadi gerakan di Garut ini. Soalnya stunting di Garut masih tinggi. Datanya di Jabar masih tertinggi,” katanya.

Selain bantuan dari provinsi, lanjutnya, pemerintah pusat juga memberikan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 5 miliar. Anggaran itu akan dipakai untuk membeli alat pengukur tinggi badan ke Posyandu. DAK khusus penugasan itu dinilai Rudy tak menyentuh kepada gizi para balita.

“Seharusnya dana miliaran itu bisa dipakai buat perbaikan gizinya. Tapi ini cuma untuk alat pengukur tinggi saja ke setiap Posyandu,” ujarnya.

Ia menyebut, seharusnya anggaran untuk menyelesaikan stunting di Garut sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Keluarga penderita stunting akan diperbaiki rumahnya pada tahun ini.

“Kami perbaiki 5 ribu rumah, termasuk keluarga penderita stunting. Biar lebih sehat juga lingkungannya,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here