Pemindahan Ibu Kota jangan Berubah dari Konsep Bung Karno

117
Fahri Hamzah

RadarPriangan.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta kepada Presiden Joko Widodo bilamana ingin memindahkan ibu kota jangan mengubah konsep yang sudah dibuat para pendiri bangsa ini.

“Kalau kita merubah itu, bisa mengubur sejarah dan kita tidak tahu jati diri. Kita bisa menjadi bangsa yang kebingungan karena tidak punya catatan masa lalu,” ujar Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisya yang diterima Fajar Indonesia Network, Selasa (30/4) Malam.

Fahri menyatakan ini terkait adanya keinginan pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi untuk memindahkan Ibukota Negara Indonesia ke luar pulau Jawa.

Diingatkan bahwa konsep Ibukota Indonesia tidak bisa berubah dari konsep Ibukota yang digagas oleh Bung Karno (Presiden pertama RI), pada tahun 60-an yang desainnya mengikuti Ibukota Amerika Serikat yaitu Washinton DC yang berada di distrik of Colombia.

Dirinya pun menambahkan, kata-kata DKI itu dalam Undang-Undang nya adalah Daerah Khusus Ibukota, yang dimaksudkan sebagai Ibukota dalam desain tata kota yang dirancang oleh Bung Karno, yang didalamnya ada pusat Pemerintahan dan pusat sejarah.

“Jadi Ibukota dalam desain Bung Karno pada waktu itu harus punya dua hal, yakni pusat Pemerintahan dan pusat sejarah,” sebut inisiaitor Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu lagi.

Pusat pemerintahan, masih menurut Fahri dimaksdkan sebagai tempat bagi pengambilan keputusan terbaik bagi bangsa dan negara. Sementara pusat sejarah, itu maksudkan sebagai memory bersama anak-anak bangsa, agar kita sebagai bangsa punya rujukan untuk mengingat tentang apa yang dialami bangsa, secara khusus dan dunia pada umumnya.

“Itu lah sebabnya kalau kita melihat konsep-konsep seperti ini berkembang, misalnya Bung Karno pergi ke Brazil dan melihat kota Brazilia yang disainnya memang mengikuti konsep yang berkembang di AS. Jadi filosofi Ibukota itu berasal dari Bung Karno, sehingga pemerintahan ini tidak boleh keluar dari konsepsi pemikiran Bung Karno tentang Ibukota,” pungkas Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Harus Studi Kelayakan

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo angkat suara terkait rencana Pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia ke pulau Kalimantan, dengan adanya pertimbangan padatnya pulau Jawa dan untuk pemerataan pembangunan. Dia mendorong agar pemerintah melakukan studi kelayakan terlebih dahulu sebelum merealisasikan rencana pemindahan tersebut.

Pemerintah harus melakukan studi kelayakan Ibu Kota secara mendalam, terutama dari sisi infrastruktur yang mendukung wilayah yang akan dijadikan Ibu Kota, ujar Bamsoet sapaan politisi Partai Golkar itu dalam keterangan tertulisnya.

Infrastruktur yang dimaksud oleh Bamsoet, seperti bangunan perkantoran, bandara, transportasi, maupun Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga pemindahan ibu kota dapat terlaksana sesuai tahapan yang telah direncanakan.

DPR juga mendorong pemerintah untuk mempersiapkan anggaran secara matang dan terencana dengan baik, mengingat anggaran yang akan digunakan untuk pemindahan Ibu Kota sangat besar, kata dia.

Disamping itu, lanjut mantan Ketua Komisi III DPR RI itu, Pemerintah juga harus dapat memastikan komunikasi dan koordinasi antar kementerian dan lembaga tetap efektif dan terkoordinasi dengan baik.

Koordinasi ini sangat perlu, sehingga kegiatan pemerintahan tetap dapat berjalan dengan baik, mengingat pemindahan ibu kota bersifat jangka panjang, ucap Bamsoet.

Diketahui, rencana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke luar Pulau Jawa tersebut dilontarkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) khusus di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/4) kemarin. Menurut dia, gagasan pemindahan Ibu Kota sudah lama muncul sejak era Presiden Soekarno.

Menurut mantan Gubernur DKI itu, wacana pemindahan selalu timbul lalu tenggelam karena tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang. Padahal, beberapa negara sudah mulai mengantisipasi perkembangan negaranya di masa yang akan datang dengan memindahkan pusat pemerintahan.

Saya kira kita contohkan banyak sekali, baik Malaysia, Korea Selatan, Brasil, Kazakhstan. Kita ingin kita berpikir visioner untuk kemajuan negara ini, ujar Presiden Jokowi.(by/Fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here