Pemilu di Garut Aman dan Damai, FKUB dan MUI Berikan Apresiasi

193
Pelaksanaan Pemilu 17 April lalu hingga penghitungan suara final di Kabupaten Garut berjalan lancar dan damai. (Dok. RadarPriangan.com)

RadarPriangan.com, GARUT – FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Garut memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggara Pemilu 2019 dan seluruh pihak yang menjadi bagian di dalamnya. Keduanya berharap agar seluruh masyarakat bisa menjaga persatuan, apalagi Senin (6/5) akan menghadapi bulan suci Ramadan.

Mahyar, ketua FKUB Garut mengaku bahwa setiap tahapan pemilu di Kabupaten Garut tidak akan terlaksana dengan baik, aman, dan damai jika seluruhnya tidak memberikan kontribusi yang berarti.

“Saya atas nama Ketua FKUB Kabupaten Garut ingin menyampaikan terima kasih  kapada penyelenggara pemilu, baik itu KPU, Bawaslu,  dan jajaran yang terkait lainnya,” ujarnya, Minggu (5/5).

Ia menyebut bahwa selama ini juga aparat, baik dari kepolisian dan TNI telah memberikan kontribusi nyata untuk bisa mewujudkan hal tersebut.

Mahyar mengaku bahwa selama proses pemilu tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di Kabupaten Garut.

“Hal tersebut tentu tidak lepas dari kontribusi semua, yang didalamnya juga aparayt kepolisian dan TNI,” katanya.

Meski demikian, ia juga mengaku berbela sungkawa yang mendalam atas gugurnya para pahlawan demokrasi di Indonesia, juga aparat TNI dan Polri yang gugur saat menjalankan tugasnya.

“Juga kepara aparat dan lainnya, yang mendapatkan musibah juga ada yang sakit,” katanya.

“Dan menjelang bulan puasa ini, kami berharap semuanya bersatu dan melepaskan pertikaian langsung dan tidak langsung ketika pemilu berlangsung. Mari menjaga kesucian dengan menjaga persatuan dan kesatuan, jangan dipecah belah,” ucapnya.

Sementara itu Ketua MUI Garut KH Sirojul Munir menyebut bahwa di akhir proses tahapan pemilu berupa sidang pleno KPU di Garut selama tiga hari berjalan lancar, aman, dab damai. Meski sempat terjadi hal dalam proses tersebut, ia menyebut bahwa hal tersebut kemudian bisa diselesailan secara baik dengan musyawarah.

“Atas hal tersebut, tentunya kami ucapkan terimakasih kepada panita penyelenggara, khususunya KPU dan semua pihak terkait sebagai penyelenggara pemilu, juga kepada pihak kemaman, Kepolisian dan TNI,” katanya.

Secara khusus, ia pun memuji pihak keamanan yang menurutnya sangat kompak saat menjalankan tugaskan saat melakukan pengamanan aaat pleno beberapa waktu lalu. Dan setelah semuanya itu, ia juga mengimbau agar masyarakat menjaga keamanan di tempatnya masing-masing sambil menunggu pengumuman KPU 22 Mei 2019.

“Siapapun yang menang (Calon Presiden) termasuk legislatif, semua harus menerima dan itu kenyataanya terutama pihak kontestasi itu sendiri. Siapapun Presiden yang menang jangan jumawa atau sombong, yang kalah harus menerima kekalahanya. Semuanya harus kembali bersatu, khususnya besok akan mulai puasa sehingga momen itu harus dimaksimalkan oleh semuanya dalam menjaga persatuan untuk Indonesia,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here