Pemborong tak Punya Modal, Revitalisasi Pasar Leles Mandek

172
Kondisi pembangunan Pasar Lelea yang masih mangkrak. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Rugikan Negara Hampir Rp800 Juta

RadarPriangan.com, GARUT – Mandeknya proses revitalisasi Pasar Leles membuat nasib pasar sementara di Alun-Alun Leles belum ada kejelasan.

Pemerintah daerah pun sampai saat ini belum bisa memastikan kapan Alun-Alun Leles dikembalikan fungsinya.

“Belum bisa dipastikan, nunggu pembangunan Pasar Leles selesai,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut H Wawan Nurdin, kemarin (10/6) usai acara Halal Bihalal di lapangan Setda Garut.

Menurutnya, Pemkab Garut baru akan merencanakan membuka kembali tender pembangunan Pasar Leles senilai Rp10 miliar. Namun, dirinya belum bisa memastikan kapan tender tersebut selesai dan mendapatkan pelaksana proyeknya.

“Belum dibuka, itu kewenangannya ULP (Unit Layanan Pengadaan, red),” jelas H Wawan.

Ketika ditanya soal target penyelesaian pembangunan Pasar Leles, Wawan mengaku memang ada target yang ditetapkan untuk pelaksanaan pembangunan Pasar Leles. Namun, pada kenyataannya proses lelang seringkali mengganjal.

“Kemarin saja (tahun 2018, red) tiga kali batal, tidak ada pemenangnya,” ketus Wawan.

Saat ditanya soal alasan yang membuat seringnya gagal lelang dalam proyek pembangunan Pasar Leles, menurut Wawan hal tersebut kewenangan dari ULP.

“Soal itu kewenangan ULP, bukan di kita,” katanya singkat.

Proyek senilai Rp26 miliar pada 2018 itu berpotensi merugikan negara hingga kurang lebih Rp 800 juta. Potensi kerugian negara tersebut, didapat dari laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kerugian negara Rp670 juta lebih, ditambah denda-denda jadi kurang lebih Rp 800 juta,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan.

Menurut Rudy, pelaksana proyek yang harus membayar potensi kerugian negara tersebut, mempunyai waktu 60 hari untuk membayarnya. Jika tidak juga dibayarkan, bisa dikenai pidana.

“Ada waktu 60 hari, setelah itu bisa dipidana,” jelas Rudy.

Rudy mengakui, proyek pembangunan Pasar Leles, Pemkab Garut sangat dirugikan besar. Selain potensi kerugian negara, Pemkab juga dirugikan dalam sisi waktu pembangunan yang sampai saat ini belum selesai.

Karenanya, Rudi mengaku kecewa dengan pemenang tender proyek pembangunan Pasar Leles tersebut yang menurutnya ternyata tidak punya modal. Ke depan, dirinya pun akan lebih selektif memilih pelaksana pekerjaan.

“Kebanyakan (pemborong), mereka itu disubkontraktorkan, makanya ke depan kita ada klausul kalau disubkon kan, kita tidak akan bayar,” tegas Rudy. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here