Pembangunan Desa Sirnajaya Kebut Infrastruktur Dasar

119
Kades Sirnajaya Wewen Wendu (kedua dari kanan) foto bersama dengan aparatur desa. (FERI CITRA BURAMA/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Pemerintah Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut mengebut pembangunan infrastruktur dasar di masyarakat sejak digulirkannya dana desa oleh Pemerintah. Baik yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, maupun dari APBD Kabupaten difokuskan pada infrastruktur Pertanian yang memang menjadi mayoritas profesi masyarakat.

Selain infrastruktur pertanian, pembangunan juga menyasar terhadap infrastruktur pendidikan (Formal dan keagamaan), kesehatan, Olahraga, maupun yang menunjang terhadap sektor ekonomi lainnya.

“Untuk tahun ini kita selain dapat dari Dana Desa (APBN), juga dapat bantuan provinsi (dana IP), bantuan pihak ketiga (APBD Kabupaten) dan juga bantuan dari bonus produksi (PT Star Energy Geothermal Darajat),” kata Kepala Desa Sirnajaya, Wewen Wendi, kemarin.

Wewen menjelaskan, untuk Dana Desa dari APBN yang sudah diterapkan, di antaranya adalah tahap satu dan tahap dua. Sementara untuk tahap tiga akan segera dilaksanakan ketika pencairan.

“Ya alhamdulillah sampai saat ini sudah terealisasi ADD (APBD Kabupaten), IP dan DD (APBN) dari pusat, sampai tahap 2. Tinggal kita menunggu untuk tahap 3,” tegasnya.

Wewen juga bersyukur sekali, karena selain dana reguler dari dana desa, banyak juga bantuan di luar dana reguler yang bersumber dari APBD Kabupaten Garut yang dikerjakan pihak ketiga maupun bantuan dari PT Star Energy Geothermal Darajat.

Di antaranya yang paling ditunggu-tunggu selama ini adalah bantuan dari Kabupaten dalam pembangunan bendungan, irigasi Nagrag (sungai Cibodas) dari Dinas PUPR Kabupaten Garut. Bendungan ini sempat ambruk pada tahun 2016 lalu ketika bencana banjir bandang melanda Kabupaten Garut.

Ketika ambruk itu, ratusan hektare sawah masyarakat tidak terairi karena mengandalkan air dari sungai Nagrag (Cibodas). Walaupun sempat diperbaiki secara darurat waktu itu ketika mendapat bantuan kawat beronjong dari BPBD Garut dan menggunakan paralon.

“Alhamdulillah ini yang ditunggu-tunggu, dinanti-nanti terkait kepentingan msyarakat banyak, sarana pengairan untuk pertanian (pesawahan), itu bendungan irigasi solokan nagrag, itu dari PUPR. Anggaran lumayan besar mencapai 1 miliar lebih lah. Sekarang kita pembangunannya sudah kisaran 80 persen, dalam tahap penyelesian,” katanya.

Selain itu, penataan kantor desa sebagai pusat pelayanan masyarakat juga dilakukan Wewen. Ruang pelayanan kantor desa dan ruang kepala desa ditata dengan baik dan nyaman bagi masyarakat. Pembangunan ini menggunakan bantuan Provinsi (dana IP).

Tak hanya pelayanan dan pembangunan ekonomi, Wewen juga tak lupa melakukan pembangunan sarana olahraga yang menunjang kesehatan masyarakat. Juga pembangunan sarana keagamaan sebagai wujud pembangunan spiritual masyarakat, yang akan segera dilaksanakan menunggu bonus produksi dari PT Star Energy Geothermal Darajat.

“Kita juga menunggu sarana bonus produksi lanjutan GOR, di situ ada lapangan voly atau bulutangkis juga sarana lainnya, kumplit. Bonus produksi juga rencana untuk sarana peribadatan dan sapras untuk di desa,” tegasnya.

Kemudian BUMDes sebagai badan usaha untuk meningkatkan pendapatan Desa juga dibenahi. Tahun ini Wewen mengalokasikan anggaran untuk belanja mebeler untuk kebutuhan sarana prasarana kantor BUMDes. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here