GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut segera melakukan perbaikan segala aspek di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Mulai dari pimpinan direksi, SDM, hingga teknis pemeliharaan jaringan air yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

“Kita lakukan recovery lah di PDAM, termasuk direksinya, direksinya harus memiliki kemampuan yang luar biasa. Karena lembaga PDAM ini termasuk lembaga yang paling banyak dikeluhkan,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, kepada wartawan, kemarin (28/11).

Rudy mengatakan, dari jumlah 400 an Sumber Daya Manusia yang ada di PDAM kebanyakan pegawai dan basik kemampuan administrasi. Sementara tenaga teknisnya masih kurang.

“SDM (PDAM, red) berjibun tidak efisien, harusnya banyaknya tenaga teknis dalam rangka pemeliharaan jaringan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkab Garut berencana melakukan tes seleksi pimpinan Direksi PDAM. Rudy mengatakan, pihaknya akan membuat panitia seleksi (pansel) terlebih dahulu.

Lanjutnya, untuk seleksi pimpinan direksi PDAM, saat ini Pemkab tengah melakukan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) terlebih dahulu. Setelah ada Perda, maka regulasi akan mengacu pada Undang-undang dan Permendagri yang baru terkait pemilihan penunjukan Dewan Komisaris, Dewan Direksi PDAM.

“Saya menjanjikan direktur PDAM nanti pokoknya kinclong lah,” katanya.

Pemkab Garut juga berencana menaikkan tarif PDAM per bulan Desember 2018. Kenaikan ini kata Rudy akan diimbangi dengan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

Kata Rudy, jika dilihat dari sisi internal, kondisi keuangan PDAM Garut saat ini terjadi ketimpangan antara pemasukan dengan pengeluarannya.

“Sekarang ini berdasarkan BPKP, tarif PDAM se Jawa Barat bahkan di Priangan Timur itu (Garut, red) terendah. Kita hanya setengah dari Sumedang. Sehingga tarif itu tidak bisa untuk (memenuhi kebutuhan, red) rekonstruksi dan pemeliharaan jaringan, sehingga kita merekomendasikan untuk dilakukan kenaikan tarif,” katanya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here