Pantun dan Antusiasme Kepala Daerah dalam KOPDAR Triwulan III 2019

33
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad saat memberikan sambutan dalam Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (KOPDAR) Triwulan III Tahun 2019 di Hotel Pantai Indah Timur Kabupaten Pangandaran, Kamis (26/9/19) . (Humas Jabar)

RadarPriangan.com, PANGANDARAN – Pantun yang dilafalkan Kepala Daerah Kabupaten/Kota membuat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (KOPDAR) Triwulan III Tahun 2019 di Hotel Pantai Indah Timur Kabupaten Pangandaran, Kamis (26/9/19), kian semarak.

Dahar lontong sayur mayur.
Kadaharan orang pantai.
Tolong-tolong Pak Gubernur.
Pangandaran hayang siga Hawai.


Demikian pantun yang diucapkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya. Pada kesempatan yang sama, dia juga menyatakan bahwa KOPDAR merupakan kegiatan strategis. Sebab, kata dia, 27 kabupaten/kota dapat mengutarakan aspirasinya langsung kepada Gubernur.  

“Ini tentu menjadi kegiatan yang strategis. Jabar Juara harus diawali oleh Kota Juara dan Kabupaten Hebat. Kabupaten Kota yang hebat tentu akan menjadikan Jabar Juara,” ucap Jeje.

“Bagi Pangandaran sebagai Kabupaten bungsu, kehadiran Gubernur dan para Kepala Daerah Kota/ Kabupaten lainnya, jadi motivasi bagi Pangandaran agar terus bangkit,” tambahnya.

Pun demikian menurut Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Menurut dia, ada tiga maslahat dari KOPDAR. Pertama, komunikasi dan silahturahmi Bupati/Wali Kota se-Jabar dengan Gubernur Jabar akan menguat.

“Kemudian kami dapat mengetahui rencana-rencana dan program-program yang ditawarkan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar kepada masing-masing daerah. Kemudian, kami mendapat ruang untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan kepada Gubernur,” ucapnya.

Dedie juga tidak lupa membacakan pantun manakala menutup sambutannya.

Buah kedongdong buah srikaya.
Di berikan untuk kekasih.
Cukup sekian dari saya.
Hatur nuhun terimakasih.


Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana juga menyatakan hal serupa. Cellica bahkan menyambut KOPDAR dengan antusias tinggi. Karena dalam kegiatan tersebut, dia dapat menyampaikan aspirasi, baik itu soal pembangunan maupun inovasi yang diterapkan.

“Dari KOPDAR yang pertama sudah ada hasil. Pertama beliau (Gubernur) meminta Bupati/Wali Kota mempresentasikan yang menjadi kebutuhan daerah. Dan Alhamdulillah pada tahun ini anggaran mulai turun,” kata Cellica.

“Ada sejumlah bantuan dari Pemdaprov Jabar untuk Kabupaten Karawang. Mulai dari Jembatan Walahar, Alun-alun Karawang, dan Masjid Agung Kabupaten Karawang,” tambahnya.

Selain itu, Cellica mengatakan bahwa KOPDAR dapat menjadi tempat bagi dirinya untuk memaparkan sejumlah program prioritas di Kabupaten Karawang. Pun demikian dengan Bupati/Wali Kota lainnya.

“KOPDAR menjadi sarana kami menyampaikan aspirasi dan keluh kesah kepada Bapak Gubernur. Sehingga Pak Gubernur mengetahui program prioritas di daerah dan mendukung segala program kebijakan makro untuk tercapai tujuan Jabar Juara Lahir Batin,” katanya.

Sedangkan, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa KOPDAR dapat menjadi tempat bagi Kepala Daerah memperluas wawasan. Dalam KOPDAR kali ini, dia mengaku mendapatkan wawasan terkait sumber anggaran di luar APBD.  

“KOPDAR semakin ke sini semakin bagus. Seperti tadi. Ini membuka peluang kabupaten/kota untuk mendapatkan anggaran. Apalagi dengan 8 pintu rejeki kabupaten/kota berpeluang mengembangkan pembangunan,” kata Herman.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad mengatakan bahwa antusiasme Bupati/Wali Kota dalam mengikuti KOPDAR tinggi. Apalagi, desain acara selalu berbeda dalam setiap penyelenggaraan KOPDAR. Begitu juga isu yang dibahas.

“Antusiasme Bupati/Walikota selalu tinggi, design acara pun selalu berinovasi, jadi selalu ada suasana pembeda. Seperti kali ini pakaian kita cukup santai cocok karena lokasinya dekat pantai,” kata Daud dalam sambutannya.

Menurut Daud, harmonisasi antara Kepala Daerah se-Jabar dengan Gubernur Jabar terus membaik dengan adanya KOPDAR. Tidak heran apabila KOPDAR dinilai sebagai implementasi yang baik dalam menjalankan peran Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

“Membangun harmonisasi antar kepala daerah dalam pembangunan,” ucap Daud.

Daud pun menutup sambutannya dengan pantun.

Burung camar sayapnya terkepak.
Daun siur dan kelapa terbawa ombak.
KOPDAR Jabar makin semarak.
Gubernur Bupati Wali Kota bertambah kompak.


(adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here