Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan

16
Tampak Aparat Kepolisian saat menjaga pintu masuk kawasan pantai di Garut Selatan. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Pantai selatan Garut memiliki daya tarik tersendiri bagi sejumlah wisatawan yang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Garut. Banyaknya pilihan pantai yang bisa dijadikan tempat wisata, menjadikan ratusam ribu orang memadati pantai-pantai di bentangan pesiair Garut yang mencapai 80 kilometer itu.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Garut, AKP Tri Andri menyebut bahwa saat ini ribuan wisatawan masih memadati sejumlah pantai di selatan Garut. Hal tersebut terjadi karena pesona pantai di pesisir selatan Kabupaten Garut memang telah dikenal banyak orang. Bukan hanya dari Jawa Barat, melainkan juga dari luar provinsi.

“Puncak kunjungan di pantai selatan Garut ini memang terjadi pada Sabtu (8/6) kemarin, tapi saat ini juga jumlah wisatawan masih banyak yang berdatangan. Di pantai Santolo saja, pada puncaknya itu mencapai 57 ribu wisatawan yang datang. Belum pantai lainnya seperti Sayang Heulang, Cijeruk, Rancabuaya, dan lainnya,” ujarnya, Selasa (11/6).

Menurut Tri, tingginya kunjungan wisatawan ke pantai selatan Garut merupakan hal yang wajar saat musim libur lebaran. Ia pun sudah memprediksi peningkatan angka kunjungan tersebut sejak jauh hari sehingga melakukan sejumlah antisipasi.

Di antara hal yang disiapkan, mulai dari memberikan imbauan, pemasangan rambu peringatan, hingga peningkatan patroli saat kunjungan tengah ramai-ramainya. “Hal-hal itu harus kita lakukan karena pantai selatan ini kan kesananya samudera, jadi saat berwisata harus hati-hati sekali,” katanya.

Di beberapa titik pantai selatan, disebutnya ada yang tidak boleh melakukan aktivitas di air karena kondisinya yang membahayakan. Oleh karenanya pihaknya terus mengingatkan wisatawan karena yang melanggar rambu selalu menjadi korban kecelakaan laut.

Hingga saat ini sendiri, diakui Tri belum ada kejadian kecalakaan laut di sejumlah pantai selatan Garut karena wisatawan mau menerima arahan dan tidak melanggar rambu.

“Tentu kita berharap agar tidak ada kejadian. Kuncinya, wisatawan tetap mendengarkan arahan dan mentaati rambu laut. Salah satunya kalau ada bendera merah artinya tidak boleh berenang,” ucapnya.

Selain pengamanan di sekitar pantai, kata Tri, sejumlah personil kepolisian dari Brimob Polda Jabar pun melakukan pengamanan di pintu masuk ke sekitaran pantai.

“Itu untuk meminimalisasi aksi kriminalitas yang biasa terjadi di sekitar pantai dan sempat ramai beberapa waktu lalu di media sosial,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here