Palestina Bentuk Pemerintahan Baru

132
Mohammad Shtayyeh (net)

RadarPriangan.com, RAMALLAH – Perdana Menteri Palestina yang ditunjuk, Mohammad Shtayyeh akan mengumumkan peningkatan pemerintahan barunya dalam beberapa hari mendatang.

Shtayyeh memiliki waktu hingga 14 April, untuk membentuk pemerintahan baru yang diperkirakan akan mengecualikan semua pendukung Hamas, saingan lama untuk gerakan Fatah dari Shtayyeh dan presiden Palestina Mahmud Abbas.

Para analis mengatakan, kekuatan pengambilan keputusan yang nyata tetap ada pada Abbas yang berusia 84 tahun. Di mana, ia sudah berkuasa sejak 2005.

Abbas pada 10 Maret menuntut Shtayyeh dengan membentuk pemerintahan baru, menggantikan pemerintahan teknokratis Rami Hamdallah yang mendapat dukungan nominal Hamas.

Gerakan Islam itu mengendalikan Jalur Gaza, sedangkan kepala Otoritas Palestina berbasis di Tepi Barat, di mana Israel juga mempertahankan pendudukan militer.

“Lima faksi kecil juga akan bergabung dengan Fatah di pemerintahan baru. Yang lainnya, termasuk Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, menolak untuk ambil bagian,” kata para pejabat Palestina, Senin (8/4).

Wakil presiden Mahmoud Aloul mengatakan, pertemuan akan diadakan Senin malam antara Shtayyeh dan Abbas untuk memutuskan para calon menteri yang tersisa.

“Kesepakatan telah dicapai mengenai faksi mana yang akan mengendalikan kementerian mana,” ujar Mahmoud Aloul.

Menanggapi rencana tersebut, Hamas mengkritik dan menuduh, bahwa Fatah telah mengambil kekuasaan. Hamas dan Fatah berselisih sejak kelompok Islam mengambil kendali atas Jalur Gaza dalam perang saudara pada 2007, setahun setelah memenangkan pemilihan parlemen.

Pada saat itu pula, politik Palestina secara efektif telah dibekukan, dan berbagai upaya rekonsiliasi pun telah gagal dilakukan oleh Mantan menteri pemerintah Shtayyeh dalam pembicaraan yang diperantarai AS dengan Israel. (der/cna/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here