Padat Karya Bantu Kaum Penganggur

126
PADAT KARYA: Sejumlah warga yang selama ini tidak punya pekerjaan melakukan normalisasi irigasi Cermot, di Desa/Kecamatan Leuwigoong. FOTO: PEPEN APENDI/RADAR GARUT

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Sebanyak 150 orang warga Desa Leuwigoong per hari yang masuk katagori keluarga kurang mampu, penganggur dan setengah pnganggur, Kamis (14/3) dilibatkan dalam program padat karya normaliasasi saluran air dan perbaikan jalan desa.

Teknis padat karya dilaksanakan secara bergiliran, yang diikuti warga dari 19 RW se-Kecamatan Leuwigoong. Mereka pun langsung menerima upah kerja Rp50.000 per hari.

Kades Leuwigoong Aa Sudirman didampingi perangkatnya Dedi dan Aris, mengungkapkan, keluarga kurang mampu, penganggur dan setengah penganggur diprioritaskan terlibat dalam padat karya.

Hari pertama padat karya diikuti 150 warga dari RW IX Kampung Jatinunggal, RW VIII Kampung Cijeler dan RW VII Kampung Cikenal. Mereka terlibat dalam padat karya selama 5 hari betrturut-turut.

“Setelah usai padat karya lima hari pertama, dilanjutkan merekrut pekerja lima hari tahap kedua di RW lainnya secara bergiliran. Melalui padat karya yang didanai dana desa itu, diharapkan mereka memperoleh pekerjaan tambahan dan memperoleh penghasilan untuk meningkatkan kedejahteraan hidupnya,” kata Dedi.

Warga yang membutuhkan pekerjaan dan penghasilan, kata mereka, dilibatkan dalam padat karya normalisasi saluran air dan pemeliharaan jalan desa. Sarana prasarana yang digarap untuk kepentingan umum, sehingga padat karya membawa dampak positif di lingkungan sasaran padat karya.

Pelaksanaan padat karya dimonitor Sekmat Leuwigoong Ertanto, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan pengurus lembaga desa. Warga yang terlibat padat karya pun langsung memperoleh upah kerja setiap hari.

Saluran air dan jalan desa, menjadi garapan padat karya karena normalisasi saluran air sangat dibutuhkan para petani untuk mengairi sawah dan kolam. Sedangkan pemeliharaan jalan desa, sebagai upaya memelihara sarana jalan. Apalagi jalan tak hanya digunakan oleh warga Desa Leuwigoong.

“Melalui padat karya bisa mendapatkan pekerjaan, penghasilan dan beramal,” pungkas Dedi. (pap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here