Yayasan Nurul Iman Bangun Rumah Tahfidz Qur’an

100
Pewakaf tanah (wakif) untuk rumah tahfidz qur’an, ibu Hayati (pakaian biru) saat proses penandatanganan ikrar wakaf pembangunan rumah Tahfidz Qur'an "Al-Hayati", Ahad (5/1/2020)


Jadi Ponpes Penghafal Qur’an Pertama di Kecamatan Sukaresmi

GARUT – Yayasan Majelis Zikir Nurul Iman melaksanakan penandatanganan ikrar wakaf sekaligus peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah Tahfidz Qur’an “Al-Hayati”. Kegiatan tersebut digelar di Kampung Walahir Desa Cintadamai Kecamatan Sukaresmi, kemarin (5/1).

Pengasuh Yayasan Majelis Zikir Nurul Iman, Rahmat Hidayat, mengatakan, dengan dibangunnya rumah tahfidz qur’an ini diharapkan bisa memberi dampak keberkahan tidak hanya pada santri, tetapi pada lingkungan, bangsa dan negara.

“Ketika sudah ada rumah tahfidz qur’an, kita harapkan nantinya Al-Qur’an tidak hanya bisa dihafalkan, tapi nilai-nilai Al-Qur’an juga bisa diimplementasikan, berdampak pada pribadi santri juga pada bangsa dan negara, khususnya di lingkungan Kecamatan Sukaresmi, karena ini menjadi pesantren tahfidz qur’an pertama disini,” kata Rahmat usai melakukan peletakan batu pertama rumah tahfidz qur’an “Al-Hayati”.

Dengan menggunakan dana swadaya, proses pembangunan rumah tahfidz yang didirikan di atas tanah wakaf atas nama ibu Hayati ini ditargetkan bisa selesai pada tahun ini.

“Proses pembangunan gedung ini paralel dengan kita menyusun kurikulum, sekaligus melakukan fit dan propertes untuk guru tahfidz. Kami ada rencana siswa ini diambil dari yatama (yatim piatu, red) bahkan kalau bisa free. Kita juga menyediakan untuk reguler. Jadi nanti ada dua, ada santri yang intensif ada juga yang reguler,” tambahnya. 

Konsep pembelajaran yang diberikan kepada santri, sebanyak 70 persen merupakan program tahfidz qur’an, 30 persen lainnya terkait fiqih sejarah islam dan berkaitan dengan dasar-dasar ilmu agama islam seperti ilmu alat, shorof, bahasa arab dan lainnya.

“Segmennya kita siswa sekolah dasar. Karena similar saya pun sebagai pembina yayasan pendidikan islam di sukaresmi ini. Jika santri kami sd maka di sekolah juga dapat ekskul tahfidz qur’an juga. Sehingga sekolah dasar islam terpadu akan memiliki tahfidz qur’an dan siswa siswi pun dari santri kami. Jadi di sekolah mereka mereka belajar tahfidz qur’an, di pesantren pun mereka punya kesempatan lebih banyak untuk menghafal Al-Qur’an,” kata Rahmat.

Konsep bangunan rumah tahfidz qur’an sendiri rencananya akan dibangun dengan dua setengah lantai yang dilengkapi tempat tidur bertingkat, tiap dua tempat tidur siswa diberi fasilitasi satu meja belajar berikut fasilitas lemari, ruang ganti baju, ruang makan siswa, ruang jemur, ruang gosok pakaian, dan terdapat area lainnya untuk menunjang ragam kegiatan pesantren.

Pewakaf tanah (wakif) untuk rumah tahfidz qur’an, Hayati, mengaku prihatin dengan kondisi pergaulan anak-anak saat ini. Maka dari itu, dengan dibangunnya rumah tahfidz qur’an ini diharapkan bisa melahirkan generasi unggul yang berakhlakul karimah.

“Ini kan tanah warisan, hasil tetesan keringat ibunya ibu (orang tua Hayati, red), kita ingin berbakti kepada mereka, kita ingin lahir para penghafal alquran. Jika mengingat janji yang Allah berikan, setiap satu huruf sepuluh kebaikan, dengan adanya rumah tahfidz Insya Allah melahirkan anak yang hafal 30 juz. Saya suka prihatin, melihat pergaulan anak-anak sekarang, ketika adzan, tapi tetap malah pacaran, merokok (enggak pergi ke masjid, red), tapi kan kalau di-didik, mudah-mudahan bisa melahirkan generasi unggul berakhlakul karimah. Para lulusan santri ini juga bisa menjadi pendidik, melahirkan santri atau generasi unggul lagi nanti di masa depan,” kata Hayati.

Terpisah, Camat Sukaresmi Heri Hermawan, mengatakan, pembangunan rumah tahfidz qur’an yang dilakukan Yayasan Majelis Zikir Nurul Iman menjadi yang pertama di Kecamatan Sukaresmi. Pihaknya berharap, lembaga tersebut bisa benar-benar melahirkan anak-anak yang hafal, paham serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Ini merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka mengkaji isi dan kandungan Al-Qur’an. Mudah-mudahan progresnya lancar, melahirkan banyak hafidz qur’an. Ini menjadi aset, tidak hanya bagi kecamatan Sukaresmi, tapi lingkup lebih luas lagi,” pungkasnya. (erf/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here