Ngaku Guru Ngaji dan Dukun, Cabuli Belasan Gadis

242
RG jalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Garut dengan kasus pencabulan pada belasan gadis di Cisewu, Garut. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Belasan gadis di Kecamatan Cisewu, diduga menjadi korban aksi pencabulan RG, 26, yang mengaku sebagai guru ngaji. Aksi tersebut diketahui setelah salah saty orang tua korban yang masih berusia 16 tahun melaporkan RG kepada pihak Kepolisian Resor Garut.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut bahwa pihaknya sudah mengamankan RG dan tengah diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka RG, kata Maradona, mengaku telah melakukan aksi pencabulan kepada 16 orang gadis di bawah umur.

“Rentang usia yang menjadi korban pencabulan antara 15 hingga 17 tahun,gadis dibawah umur,” ujar Maradona kepada wartawan, Rabu (15/5).

Tersangka RG sendiri melakukan aksi pencabulan mengaku sebagai guru ngaji bahkan dukun yang mampu menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi para korban.

Kepada para korban, RG juga mengaku memiliki dua ritual, yaitu Kias untuk menghilangkan kesialan dan pangasal agar kejiwaan korban seperti terlahir kembali.

Dua ritual yang dimiliki RG tersebut rupanya mampu memperdaya korban hingga berjumlah 16 orang.

“Dalam setiap ritual yang dilakukan, tersangka RG dengan leluasa melakukan aksi pencabulan kepada belasan korbannya,” ucapnya.

Maradona memastikan bahwa dalam kehidupan nyata, RG bukanlah dukun apalagi guru ngaji yang selama ini diakukan kepada para korban. Sehari-harinya, RG diketahui merupakan pekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Tersangka saat ini masih terus diperiksa. Sementara yang melapor ke kita baru satu orang korban saja. Tapi kami akan terus upayakan pengembangan,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here